Isu HAM Datang Musiman, Tak Akan Merontokkan Elektabilitas Prabowo Subianto

AKURAT.CO Gugatan yang dilayangkan sejumlah advokat aktivis 98 menuntut calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) tidak terlibat pelanggaran hak asasi manusia (HAM), tidak akan merontokkan elektabilitas Prabowo Subianto menjelang Pilpres 2024. Diketahui, Prabowo merupakan salah satu kandidat capres di Pilpres 2024.
Pengamat politik Citra Institute, Yusak Farchan menilai, gugatan terkait isu HAM yang sedang dilakukan uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK) merupakan upaya untuk menghambat laju elektabilitas Prabowo Subianto.
"Isu HAM merupakan isu musiman yang muncul saat musim elektoral tiba. Pengaruhnya saya kira tidak akan signifikan," kata Yusak saat dihubungi di Jakarta, Minggu (27/8/2023).
Menurut Yusak, gugatan Pasal 169 huruf d UU Pemilu yang mengatur bahwa seorang capres harus tidak pernah mengkhianati negara serta tidak pernah melakukan tindak pidana korupsi dan tindak pidana berat lainnya sengaja dibuat untuk kembali mengingatkan sejarah kelam bangsa Indonesia.
"Dengan masuknya gugatan ke MK, isu HAM menjadi naik lagi karena diperbincangkan banyak orang," ujarnya.
Lebih lanjut, dia memaparkan terkait isu HAM dan batas maksimum usia bacapres tidak akan mengahambat langkah Prabowo Subianto maju sebagai capres dalam Pilpres 2024. Pasalnya, Menteri Pertahanan itu kini dikenal sebagai negawarawan yang rela berkorban demi bangsa tercinta.
"Jadi, manuver politik uji materi ke MK jelas untuk menghadang prabowo. Saya kira manuver tersebut tidak akan signifikan mempengaruhi persepsi publik tentang prabowo," pungkasnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai







