Ditinggal PPP Dan PAN, Golkar Tatap Peluang Masuk Koalisi Prabowo Atau Anies

AKURAT.CO Partai Golkar seperti dilanda ketidakpastian setelah mitra politik dalam satu koalisi yakni, PPP menyatakan diri mendukung pencapresan Ganjar Pranowo yang diusung PDI Perjuangan. Kedewasaan Golkar sebagai pemimpin koalisi lagi-lagi mendapat ujian untuk menentukan arah koalisi ke mana harus berlabuh antara Prabowo Subianto atau Anies Baswedan.
Pengamat politik Universitas Andalas Najmuddin Rasul menyebut hanya ada dua kemungkinan untuk Golkar bisa tetap eksis dalam kontestasi Pemilu 2024 mendatang. Pilihan rasional itu yakni dengan mengajak Gerindra dan PKB untuk berkoalisi atau masuk ke dalam Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) dengan mendukung Anies Baswedan sebagai bacapres.
"Elite Golkar harus berpikir lebih keras lagi, berkoalisi dengan Koalisi Perubahan untuk Persatuan dengan bacapres Anies. Ataukah mengajak Prabowo untuk membentuk berkoalisi baru," kata Najmuddin saat dihubungi, Minggu (4/6/2023).
Menurut Najmuddin, bergabungnya Golkar ke koalisi Prabowo Subianto sangatlah mungkin terjadi. Terlebih partai berlambang pohon beringin itu mempunyai sejarah bersama di Pilpres 2014.
Di samping itu, tidak akan sulit bagi Golkar bergabung dengan KPP bersama Nasdem, Demokrat dan PKS. Sebab, Airlangga sudah pernah melakukan pertemuan dengan elite-elite di koalisi tersebut.
"Sedangkan pintu koalisi dengan Partai Gerindra pengusung Prabowo juga sangat memungkinkan bagi Golkar. Apalagi Golkar merupakan pendukung Prabowo saat Pilpres 2014 lalu," tuturnya. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK




