Diperlukan Komitmen Untuk Tidak Gunakan Politik Identitas

AKURAT.CO Aktor politik diminta komitmennya untuk tidak menggunakan politik identitas sebagai alat dalam rangkaian Pemilu 2024.
"Ada komitmen dari semua calon untuk tidak menggunakan politik identitas dan alat politik untuk melakukan konsolidasi di tengah masyarakat," ujar Direktur Wahid Foundation, Yenny Wahid, di Jakarta, Jumat (26/5/2023).
Menurut dia, identitas merupakan alat efektif untuk melakukan provokasi di masyarakat dalam menghimpun kekuatan. Pasalnya, identitas akan melahirkan reaksi emosional yang tidak rasional.
"Karena kalau sudah yang namanya identitas, mau identitas agama, kesukuan, etnis dan lain sebagainya. Orang itu emosional reaksinya, enggak rasional," kata Yenny.
Selain itu, politik identitas bisa menyerang berbagai latar belakang masyarakat. Tidak hanya kalangan primordial melainkan juga yang berpendidikan tinggi.
"Kita lihat di Amerika, berapa banyak profesor yang mendukung Presiden Trump? Orang pintar lho, kok bisa mendukung kebijakan let's say anti-Islam, kan hal yang sama bisa kita lihat di sini terjadi juga," jelas Yenny.
Oleh karena itu, dia mendorong komitmen semua aktor politik yang terlibat dalam pesta demokrasi 2024. Dia juga mengingatkan elite politik untuk memberi pemahaman yang sama kepada para kadernya.
"Ini harus menjadi komitmen besar dari semua aktor politik. Jangan sampai menggunakan itu sebagai sebuah kebijakan resmi. Ya, anak buahnya, simpatisannya, mungkin saja akan melakukan itu tapi segera koreksi kalau ada kejadian," paparnya.
Yenny mendorong agar Pemilu 2024 bebas dari politik identitas. Menurut dia, sejarah pemilu di Indonesia mencatat politik identitas sudah pernah terjadi sehingga harus dicegah agar tidak terulang dalam pemilu mendatang.
"Menurut saya ini yang harus kita paksa para tokoh politik untuk punya komitmen mengedepankan persatuan dan kesatuan dan tidak menggunakan politik identitas. Jadi politik yang bermoral," jelas putri Gus Dur itu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Unggah Video Veda Ega Pratama Salip David Munoz, Akun Resmi MotoGP 'Diserbu' Netizen
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Komposisi Pemain Asing Persija Belum Penuh, Manajer Minta Soal Skuad Percayakan ke Shin Tae-yong
- 4Diduga Singgung Status Pendatang Shin Tae-yong, Direktur Teknik Java United Lakukan Rasisme?
- 5Kalender Jawa 21 September 2026: Watak Weton Senin Legi, Sopan dan Mudah Bergaul
- 6Bantah Tuduhan Konspirasi Wasit, Presiden La Liga Sebut Real Madrid Hidup di 'Dunia Lain'
- 7Asian Games: Pebulutangkis Juara Dunia Junior Thailand Dinyatakan Positif Doping
- 8Jose Mourinho Tunjukkan Gambar Pelanggaran, Babak Baru Perang Real Madrid dan Wasit?
- 9Prabowo Perkuat Industri Tekstil, Lindungi Jutaan Pekerja dan Produk Nasional
- 10Utang BLBI Warisan 98 Lunas, Menkeu: Presiden Prabowo Sambut Baik Penyelesaian Ini



