Mengapa Pohon Durian Susah Berbuah Meski Sudah Tua? Ini Penyebab dan Solusinya

AKURAT.CO Durian dikenal sebagai “raja buah” yang banyak digemari masyarakat. Namun, tidak sedikit petani maupun pencinta tanaman yang mengeluhkan masalah mengapa pohon durian susah berbuah meski sudah tua.
Lalu, apa penyebab dan bagaimana solusinya? Berikut penjelasannya!
Baca Juga: Ekspor Durian Myanmar Segera Dimulai, Persaingan Asia Tenggara Makin Ketat
Penyebab Pohon Durian Susah Berbuah Meski Sudah Tua
Masalah mengapa pohon durian susah berbuah meski sudah tua sering muncul karena faktor bibit, perawatan, hingga kondisi lingkungan yang kurang mendukung.
Dilansir dari floradanfauna.com, berikut beberapa penyebab utama pohon durian susah berbuah yang wajib diketahui:
Pohon Durian Jantan
Salah satu alasan paling umum adalah karena yang ditanam ternyata bibit durian jantan. Jika memang dari awal bibitnya jantan, maka seumur hidup pohon tersebut tidak akan menghasilkan buah.
Kualitas dan Asal Bibit
Kesalahan memilih bibit juga bisa membuat pohon durian sulit berbuah meski sudah berumur panjang.
Secara umum, durian lokal baru bisa berproduksi pada usia 8–12 tahun. Namun, beberapa varietas unggul bisa berbuah lebih cepat, hanya sekitar 5 tahun.
Kekurangan Cahaya Matahari
Pohon durian membutuhkan sinar matahari minimal 8–12 jam setiap hari agar fotosintesis berjalan optimal. Jika ditanam di lokasi yang teduh atau terhalang pepohonan lain, durian akan tumbuh subur secara vegetatif (daun dan batang), tetapi enggan berbuah.
Kondisi Tanah Kurang Subur
Pohon durian tumbuh optimal pada tanah lempung berpasir dengan kandungan bahan organik tinggi. Jika ditanam di tanah yang miskin nutrisi, pohon mungkin terlihat besar tetapi tidak kunjung menghasilkan bunga maupun buah.
Pasokan Air Tidak Seimbang
Jika pohon durian kekurangan air di musim kemarau, maka perkembangannya bisa terganggu. Sebaliknya, jika tanah terlalu basah atau tergenang, akar bisa membusuk.
Penyerbukan yang Gagal
Penyebab lain adalah gagalnya proses penyerbukan putik sari bunga sehingga pohon durian hanya berbunga lebat tapi tidak ada buahnya.
Baca Juga: Aksi Heroik Bupati Iti di Atas Pohon Durian Bikin Jantungan
Cara Agar Pohon Durian Bisa Berbuah
Berikut cara agar pohon durian bisa berbuah dan tumbuh subur:
Pemupukan
Pada fase awal (0–3 tahun), pohon butuh pupuk NPK dengan kandungan nitrogen tinggi agar batang dan daun kuat. Saat memasuki fase generatif, pemupukan dialihkan menggunakan pupuk organik atau pupuk cair untuk merangsang bunga dan buah.
Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan sejak pohon berumur satu tahun untuk membentuk tajuk yang seimbang. Batang utama dipelihara hingga sekitar 70–100 cm, lalu pucuknya dipotong agar muncul cabang primer.
Biasanya akan dipilih 6–10 cabang yang tumbuh simetris.
Ranting kecil bisa dipangkas dengan gunting, sedangkan batang besar memakai gergaji. Luka bekas pangkasan perlu ditutup dengan cat minyak atau oli agar tidak terserang penyakit.
Pengairan
Tanaman durian muda sebaiknya disiram setiap hari saat musim kemarau. Setelah berumur satu bulan, penyiraman cukup 2–3 kali seminggu, dilakukan pada pagi hari. Namun, jangan sampai lahan tergenang air karena bisa merusak akar.
Penyiangan
Rumput liar atau gulma harus rutin dibersihkan agar tidak mengganggu pertumbuhan. Jika jumlah gulma banyak, bisa dilakukan dengan cara kimiawi. Biasanya, penyiangan juga disertai pembumbunan, yaitu menutup akar dengan tanah agar tanaman lebih kokoh.
Masalah mengapa pohon durian susah berbuah meski sudah tua umumnya dipengaruhi oleh faktor bibit, perawatan yang kurang tepat, serta kondisi lingkungan yang tidak sesuai.
Pohon durian jantan, bibit kurang unggul, minim cahaya matahari, tanah tidak subur, hingga kegagalan penyerbukan bisa menjadi penyebab utama pohon tidak produktif.
Namun, masalah tersebut sebenarnya bisa diatasi dengan perawatan yang tepat, mulai dari pemupukan sesuai fase pertumbuhan, pemangkasan cabang, pengairan yang seimbang, hingga penyiangan gulma.
Jika langkah-langkah ini dilakukan secara konsisten, pohon durian tua pun masih berpeluang menghasilkan buah yang berkualitas.
Shera Amalia Ghaitsa (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Indonesia dan Mesir Tegaskan Solusi Dua Negara Kunci Perdamaian Palestina
- 10Prabowo Dukung Mesir Amankan Hak Air di Sungai Nil: Indonesia Prihatin Atas Upaya Pelanggaran Hukum Internasional






