Jenis-jenis Hewan Amfibi yang Hidup di Dua Alam

AKURAT.CO Amfibi adalah kelompok hewan unik yang bisa hidup di dua alam sekaligus: air dan darat. Mereka termasuk hewan bertulang belakang (vertebrata) yang sebagian besar berkembang biak di air, tetapi juga mampu bertahan hidup di daratan.
Amfibi bernapas menggunakan paru-paru sekaligus kulitnya, terutama saat kulit dalam keadaan lembap.
Tak heran jika mereka biasanya tinggal di daerah basah seperti rawa, sungai, atau hutan lembap.
Beberapa bahkan punya kemampuan luar biasa, seperti menyamarkan diri dengan warna lingkungan hingga meregenerasi tubuh yang hilang.
Lalu, apa saja contoh hewan amfibi? Yuk, simak penjelasan berikut!
1. Salamander (Kadal Air)
Salamander sering ditemukan di tempat lembap seperti hutan basah atau dekat sungai.
Salah satu keistimewaannya adalah kemampuan meregenerasi bagian tubuh yang hilang, misalnya ekor atau bahkan kaki. Kulitnya yang halus dan lembap juga membantu proses pernapasan.
Baca Juga: Mengenal Judicial Review, Mekanisme Menguji Aturan Hukum Lewat Pengadilan
2. Sesilia (Cacing Jumbo)
Sesilia memiliki bentuk tubuh mirip ular atau cacing raksasa. Hewan ini lebih sering bersembunyi di dalam tanah atau air, sehingga jarang terlihat.
Meski bentuknya sederhana, sesilia termasuk dalam ordo amfibi yang tersebar luas di berbagai belahan dunia.
3. Katak & Kodok
Dua hewan ini merupakan amfibi paling populer dengan ribuan spesies yang tersebar di seluruh dunia.
Katak biasanya memiliki kulit lembap dan halus, sedangkan kodok berkulit lebih kering dan berbintik. Keduanya punya suara khas dan siklus hidup unik, dimulai dari telur → berudu → katak/kodok dewasa.
4. Axolotl (Ikan Berjalan Meksiko)
Axolotl dikenal sebagai hewan yang "awet muda". Tidak seperti amfibi lain, axolotl tetap mempertahankan ciri larvanya meski sudah dewasa.
Hewan ini juga bisa meregenerasi anggota tubuhnya yang rusak, menjadikannya salah satu spesies paling menakjubkan di dunia hewan.
5. Olm
Olm adalah salamander gua yang bisa hidup hingga 100 tahun. Hidup di lingkungan gelap membuat matanya tidak berfungsi, sehingga mengandalkan indra lain untuk bertahan.
Olm lebih suka menetap di gua lembap dan memiliki warna tubuh pucat khas hewan bawah tanah.
Amfibi vs Hewan Dua Alam Lainnya
Perlu diketahui, tidak semua hewan yang bisa hidup di air dan darat tergolong amfibi. Misalnya buaya atau kuda nil memang bisa hidup di dua alam, tetapi mereka bukan amfibi, karena hanya bernapas dengan paru-paru, bukan melalui kulit.
Amfibi memiliki ciri khas yaitu bernapas juga dengan kulitnya yang lembap, selain paru-paru. Hal inilah yang membedakannya dengan hewan lain yang sama-sama bisa hidup di dua lingkungan.
Baca Juga: Cara Membantu Teman yang Sedang Depresi agar Tidak Merasa Sendirian
Dengan mengenal lebih jauh tentang amfibi, kita bisa memahami betapa luar biasanya keanekaragaman hayati yang ada di bumi.
Laporan: Okky Tri Nugroho/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








