Akurat

Apa yang Dimaksud dengan Bilangan Biner, Oktal, Desimal dan Heksadesimal Pada Sistem Komputer dan Berikan Contohnya?

Sultan Tanjung | 28 April 2025, 08:30 WIB
Apa yang Dimaksud dengan Bilangan Biner, Oktal, Desimal dan Heksadesimal Pada Sistem Komputer dan Berikan Contohnya?

AKURAT.CO Apa yang Dimaksud dengan Bilangan Biner, Oktal, Desimal dan Heksadesimal Pada Sistem Komputer dan Berikan Contohnya?

Dalam dunia komputer dan matematika, sistem bilangan menjadi dasar penting untuk merepresentasikan data dan informasi.

Ada empat sistem bilangan yang sering digunakan, yaitu bilangan biner, oktal, desimal, dan heksadesimal.

Masing-masing sistem ini memiliki basis atau dasar yang berbeda serta simbol yang digunakan untuk menulis angka.

Memahami pengertian dan contoh dari setiap sistem bilangan ini sangat penting, terutama dalam bidang teknologi informasi dan ilmu komputer.

Baca Juga: Apa Itu Bilangan Prima? Ini Penjelasan Lengkap dan Mudah Dipahami!

1. Bilangan Biner (Basis 2)

Bilangan biner adalah sistem bilangan yang menggunakan dua simbol saja, yaitu 0 dan 1.

Sistem ini merupakan dasar dari semua operasi komputer karena komputer menggunakan sinyal listrik yang hanya memiliki dua kondisi, ON (1) dan OFF (0). Setiap digit dalam bilangan biner disebut bit.

Contoh bilangan biner:

1010 (biner) = 1×2³ + 0×2² + 1×2¹ + 0×2⁰ = 8 + 0 + 2 + 0 = 10 (desimal)

2. Bilangan Oktal (Basis 8)

Bilangan oktal menggunakan delapan simbol, yaitu angka 0 sampai 7.

Sistem ini sering digunakan sebagai representasi ringkas dari bilangan biner karena setiap digit oktal dapat merepresentasikan tiga digit biner.

Contoh bilangan oktal:

157 (oktal) = 1×8² + 5×8¹ + 7×8⁰ = 64 + 40 + 7 = 111 (desimal)

3. Bilangan Desimal (Basis 10)

Bilangan desimal adalah sistem bilangan yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Sistem ini menggunakan sepuluh simbol, yaitu angka 0 sampai 9. Basis 10 ini didasarkan pada jumlah jari tangan manusia.

Contoh bilangan desimal:

245 (desimal) = 2×10² + 4×10¹ + 5×10⁰ = 200 + 40 + 5 = 245

4. Bilangan Heksadesimal (Basis 16)

Bilangan heksadesimal menggunakan 16 simbol, yaitu angka 0 sampai 9 dan huruf A sampai F, dimana A=10, B=11, C=12, D=13, E=14, dan F=15.

Sistem ini banyak digunakan dalam pemrograman dan teknologi komputer karena dapat merepresentasikan empat digit biner dalam satu digit heksadesimal.

Contoh bilangan heksadesimal:

1A3 (heksadesimal) = 1×16² + 10×16¹ + 3×16⁰ = 256 + 160 + 3 = 419 (desimal)

Tabel Perbandingan Contoh Bilangan

Biner Oktal Desimal Heksadesimal
0001 1 1 1
1010 12 10 A
1111 17 15 F
10000 20 16 10

Konversi Antar Sistem Bilangan

  • Biner ke Oktal: Kelompokkan angka biner menjadi tiga digit dari kanan ke kiri, lalu konversi tiap kelompok ke angka oktal.

  • Biner ke Heksadesimal: Kelompokkan angka biner menjadi empat digit dari kanan ke kiri, lalu konversi tiap kelompok ke angka heksadesimal.

  • Desimal ke Heksadesimal: Bagi angka desimal dengan 16 secara berulang dan catat sisa pembagian, kemudian tulis sisa dari bawah ke atas sebagai angka heksadesimal.

Rangkuman

Bilangan biner, oktal, desimal, dan heksadesimal adalah sistem bilangan yang berbeda berdasarkan basisnya masing-masing, yaitu 2, 8, 10, dan 16.

Sistem bilangan ini memiliki peran penting dalam dunia komputer dan matematika.

Bilangan biner digunakan sebagai bahasa dasar komputer, oktal dan heksadesimal sering digunakan sebagai representasi ringkas bilangan biner, sedangkan desimal adalah sistem yang paling umum dalam kehidupan sehari-hari.

Memahami pengertian dan contoh dari tiap sistem bilangan serta cara konversinya sangat penting untuk aplikasi teknologi dan pendidikan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.