AKURAT.CO Neglectful parenting adalah salah satu dari empat gaya orang tua yang diidentifikasi dalam psikologi perkembangan anak.
Dalam gaya ini, orang tua cenderung kurang responsif terhadap kebutuhan emosional dan fisik anak-anak mereka.
Neglectful parenting dapat memiliki dampak serius pada perkembangan anak dan kesejahteraan mereka.
Berikut ini dampak neglectful parenting yang telah dikutip dari berbagai sumber, Jumat (14/9/2023).
Baca Juga: 6 Tips Menerapkan Gentle Parenting Dan Manfaatnya Untuk Tumbuh Kembang Anak
Apa Itu Neglectful Parenting?
Neglectful parenting juga dikenal sebagai uninvolved parenting, terjadi ketika orang tua kurang memberikan perhatian yang memadai kepada anak-anak mereka.
Ini bisa terjadi karena berbagai alasan, termasuk kesibukan, masalah pribadi, atau kurangnya pemahaman akan pentingnya peran orang tua dalam perkembangan anak.
Orang tua yang cenderung negatif biasanya tidak terlibat dalam kehidupan anak-anak mereka secara emosional maupun fisik. Mereka mungkin tidak memberikan dukungan emosional, perhatian, atau cinta yang cukup, dan seringkali tidak hadir dalam kehidupan sehari-hari anak-anak mereka.
Dampak Neglectful Parenting Pada Anak
1. Masalah emosional
Anak-anak yang tumbuh dengan neglectful parenting cenderung mengalami masalah emosional. Mereka mungkin merasa tidak dihargai atau tidak dicintai, yang dapat mengarah pada masalah rendah diri, kecemasan dan depresi.
2. Masalah sosial
Anak-anak yang ditinggalkan oleh orang tua mereka cenderung kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain. Anak tersebut mungkin memiliki kesulitan dalam membentuk hubungan yang sehat dan berkelanjutan.
3. Kurangnya keterampilan sosial
Neglectful parenting dapat menghambat perkembangan keterampilan sosial anak. Mereka mungkin tidak memiliki pengalaman yang memadai dalam berinteraksi dengan orang lain atau belajar cara mengatasi konflik.
4. Kurangnya keterampilan pengasuhan
Anak-anak yang tumbuh dengan neglectful parenting mungkin tidak memiliki contoh yang baik tentang bagaimana menjadi orang tua yang baik. Anak yang mengalami hal tersebut kurang memahami pentingnya peran orang tua dalam mendukung perkembangan anak.
Baca Juga: Ramai Kelas Parenting Sebelum Menikah, Apa Manfaatnya?
5. Kesejahteraan fisik
Selain dampak emosional dan sosial, neglectful parenting juga dapat mengancam kesejahteraan fisik anak-anak. Mereka tidak mendapatkan perawatan medis yang diperlukan atau makanan yang cukup, yang dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan mereka.
6. Perilaku berisiko
Anak-anak yang merasa tidak diawasi atau tidak dihargai oleh orang tua mereka cenderung lebih mungkin terlibat dalam perilaku berisiko, seperti penyalahgunaan zat, seksualitas yang tidak sehat, atau perilaku kriminal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 8Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla









