AKURAT.CO Setiap anak diwajibkan imunisasi sejak masih bayi, bahkan ketika baru lahir. Manfaat imunisasi bagi anak adalah untuk mencegah dari penyakit-penyakit yang membahayakan.
Imunisasi adalah upaya pencegahan penyakit menular dengan memberikan vaksin sehingga terjadi imunitas (kekebalan) terhadap penyakit tersebut.
Vaksin sendiri adalah jenis bakteri atau virus yang sudah dilemahkan atau dimatikan guna merangsang sistem imun dengan membentuk zat antibodi di dalam tubuh. Antibodi tersebut yang akan melindungi tubuh di masa mendatang.
Adapun pemberian imunisasi bisa mulai dilakukan sejak bayi baru lahir hingga 18 tahun dan harus diberikan sesuai jadwal yang telah ditentukan. Jadwal imunisasi terbagi atas jadwal imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan.
Manfaat Imunisasi
Manfaat imunisasi bagi bayi dan anak lebih besar dibandingkan efek sampingnya. Imunisasi dasar bertujuan mendapatkan kekebalan awal secara aktif, sedangkan imunisasi lanjutan lebih bertujuan mempertahankan tingkat kekebalan dan perpanjang masa perlindungan (booster).
Dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (14/4/2023), berikut manfaat imunisasi bagi kesehatan anak:
1. Memperkuat sistem kekebalan tubuh
Dengan memberikan imunisasi kepada anak, sistem kekebalan tubuh akan lebih kuat sehingga saat terkena penyakit tertentu, gejala yang dialami akan lebih ringan dan mudah diobati daripada orang yang tidak mendapatkan imunisasi sama sekali.
Tanpa imunisasi, sistem kekebalan tubuh lebih lemah dan mudah terserang penyakit dengan gejala yang parah.
2. Mencegah penyebaran penyakit
Manfaat imunisasi juga dapat membantu mencegah penyebaran penyakit seperti campak dan pertusis yang meningkatkan kasus kematian pada bayi dan anak-anak.
Pada saat ini, penyakit berbahaya seperti campak, polio dan batuk rejan menurun drastis setelah adanya pemberian vaksin pada anak.
3. Melindungi risiko kematian dan cacat
Imunisasi dapat menurunkan risiko terjangkit berbagai penyakit yang mengakibatkan kematian maupun kecacatan pada anggota tubuh. Pemberian vaksin cacar pada usia anak-anak dapat membantu mencegah terjangkit cacar saat dewasa.
Selain itu, pemberian vaksin campak dan rubella juga dapat membantu menurunkan risiko penularan virus tersebut dari ibu hamil kepada janin yang dikandungnya maupun kepada bayi yang baru lahir, sehingga mengurangi angka kematian ibu dan bayi.
4. Melindungi lingkungan sekitar
Manfaat imunisasi juga sangat berguna bagi lingkungan sekitar. Ketika banyak anak mendapatkan perlindungan vaksin, mereka akan membantu melindungi sebagian anak yang kekurangan sistem kekebalan tubuh dengan mengurangi penyebaran penyakit.
Semakin banyak anak yang mendapat vaksin, semakin sedikit penyebaran penyakit. Dengan begitu, mereka yang tidak mendapatkan imunisasi dapat ikut terlindungi.
5. Menghemat waktu dan biaya
Imunisasi merupakan salah satu investasi kesehatan yang paling murah karena sudah terbukti dapat mencegah dan mengurangi angka kecacatan dan kematian akibat suatu penyakit.
Imunisasi dapat membantu seseorang terhindar dari berbagai macam penyakit yang merugikan dari segi finansial maupun waktu dari kecil hingga dewasa.
Apabila terserang suatu penyakit, tentu saja harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk berobat ke dokter. Namun jika tubuh sudah memiliki sistem kekebalan maka resiko tersebut bisa berkurang.
6. Melindungi serangan dan ancaman bakteri atau virus penyakit
Manfaat imunisasi selanjutnya dapat mencegah anak tertular penyakit yang disebabkan oleh bakteri atau virus, serta meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit tertentu dan meningkatkan kualitas tumbuh kembang dan produktivitas sumber daya manusia di masa depan.
Imunisasi mengurangi dan menghilangkan kecemasan anak tertular penyakit berbahaya sehingga merasa lebih yakin anak-anak akan menjalani proses tumbuh kembangnya dengan sehat dan aman.
Jadwal Imunisasi
Keterangan:
- Vaksin Hepatitis B (HB) monovalen: sebaiknya diberikan kepada bayi segera setelah lahir sebelum berumur 24 jam, didahului penyuntikan vitamin K1 minimal 30 menit sebelumnya. Bayi dengan berat lahir kurang dari 2000g, imunisasi hepatitis B sebaiknya ditunda sampai berumur 1 bulan atau lebih, kecuali ibu HBsAg positif dan bayi bugar berikan imunisasi HB segera setelah lahir tetapi tidak dihitung sebagai dosis promer. Bayi lahir dari ibu HBsAg positif, segera berikan vaksin HB dan immunoglobulin hepatitis B(HBlg) pada ekstremitas yang berbeda, maksimal dalam 7 hari terakhir setelah lahir. Imunisasi HB selanjutnya diberikan bersama DTwP atau DTaP.
- Vaksin polio 0 (nol): sebaiknya diberikan segera setelah lahir. Apabila lahir di fasilitas kesehatan berikan bOPV-0 saat bayi pulang atau pada kunjungan pertama. Selanjutnya berikan bOPV atau IPV bersama DTwP atau DTaP. Vaksin IPV minimal diberikan 2 kali sebelum berumur 1 tahun bersama DTwP atau DTaP.
- Vaksin BCG: sebaiknya diberikan segera setelah lahir atau segera mungkin sebelum bayi berumur 1 bulan. Bila berumur 3 bulan atau lebih,BCG diberikan bila uji tuberculin negative. Bila uji tuberculin tidak tersedia, BCG dapat diberikan. Bila timbul reaksi local cepat pada minggu pertama dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk diagnosis tuberculosis.
- Vaksin DPT: dapat diberikan mulai umur 6 minggu berupa vaksin DTwP atau DTaP. Vaksin DTaP diberikan pada umur 2,3,4 bulan atau 2,4,6 bulan. Booster pertama diberikan pada umur 18 bulan. Booster berikutnya diberikan pada umur 5-7 tahun atau pada program BIAS kelas 1. Umur 7 tahun atau lebih menggunakan vaksin Td atau Tdap. Booster selanjutnya pada umur 10-18 tahun atau pada program BIAS kelas5. Booster Td diberikan setiap 10 tahun.
- Vaksin pneumokokus (PCV): diberikan pada umur 2,4 dan 6 bulan dengan booster pada umur 12 – 15 bulan. Jika belum diberikan pada umur 7-12 bulan, berikan PCV 2 kali dengan jarak 1 bulan dan booster setelah umur 12 bulan dengan jarak 2 bulan dari dosis sebelumnya. Jika belum diberikan pada umur 1-2 tahun, berikan PCV 2 kali dengan jarak minimal 2 bulan. Jika belum diberikan pada umur 2-5 tahun, PCV10 diberikan 2 kali dengan jarak 2 bulan, PCV13 diberikan 1 kali.
- Vaksin rotavirus monovalen: diberikan 2 kali, dosis pertama mulai umur 6 minggu, dosis kedua dengan interval minimal 4 minggu harus selesai pada umur 24 minggu.
- Vaksin rotavirus pentavalen: diberikan 3 kali, dosis pertama 6-12 minggu, dosis kedua dan ketiga dengan interval 4 sampai 10 minggu, harus selesai pada umur 32 minggu.
- Vaksin influenza: diberikan mulai umur 6 bulan, diulang setiap tahun. Pada umur 6 bulan sampai 8 tahun imunisasi pertama 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu. Umur > 9 tahun, imunisasi pertama 1 dosis.
- Vaksin MR/MMR: pada umur 9 bulan berikan vaksin MR. Bisa sampai umur 12 bulan belum mendapat vaksin MR, dapat diberikan MMR. Umur 18 bulan berikan MR atau MMR. Umur 5-7 tahun berikan MR (dalam program BIAS kelas 1) atau MMR
- .Vaksin Japanese encephalitis (JE): diberikan mulai umur 9 bulan di daerah endemis atau yang akan bepergian ke daerah endemis. Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun kemudian.
- Vaksin varisela: diberikan mulai umur 12-18 bulan. Pada umur 1-12 tahun diberikan 2 dosis dengan interval 6 minggu sampai 3 bulan. Umur 13 tahun atau lebih dengan interval 4 sampai 6 minggu.
- Vaksin hepatitis A: diberikan 2 dosis mulai umur 1 tahun, dosis ke-2 diberikan 6 bulan sampai 12 bulan kemudian.
- Vaksin tifoid polisakarida: diberikan mulai umur 2 tahun dan diulang setiap 3 tahun.
- Vaksin human papilloma virus (HPV): diberikan pada anak perempuan umur 9-14 tahun 2 kali dengan jarak 6-15 bulan (atau pada program BIAS kelas 5 dan 6). Umur 15 tahun atau lebih diberikan 3 kali dengan jadwal 0,16 bulan (vaksin bivalen) atau 0,2,6 bulan (vaksin quadrivalent).
- Vaksin dengue: diberikan pada anak umur 9-16 tahun dengan seropositive dengue yang dibuktikan adanya riwayat pernah dirawat dengan diagnosis dengue (pemeriksaan antigen NS-1 dan atau uji serologis IgM/IgG antidengue positif) atau dibuktikan dengan pemeriksaan serologi IgG anti dengue positif.
Untuk informasi lebih lanjut bisa melihat situs resmi IDAI atau bertanya kepada dokter.
Efek Samping Imunisasi
Sama seperti obat-obatan lainnya, manfaat imunisasi tidak terlepas dari efek samping yang ditimbulkan. Imunisasi bisa menimbulkan reaksi efek samping tertentu pada sebagian orang dan biasanya tergolong ringan, seperti:
- Nyeri atau bekas kemerahan di area kulit yang disuntik
- Demam
- Pusing
- Mual
- Hilangnya nafsu makan
Efek samping imunisasi yang tergolong parah bisa menyebabkan kejang dan reaksi alergi, tetapi ini jarang sekali terjadi. Jika memang terjadi pada, maka segera bawa ke dokter anak untuk penanganan khusus.
Itulah manfaat imunisasi bagi anak, berkat imunisasi pula jumlah pasien yang perlu mendapat perawatan menjadi berkurang sehingga masyarakat tidak terbebani dengan biaya pengobatan dan perawatan di rumah sakit.
Manfaat Imunisasi yang paling penting akan meningkatkan kualitas hidup anak dan meningkatkan produktivitasnya di masa mendatang.
Jadi, jangan menganggap remeh pemberian imunisasi pada anak. Kamu bisa mengikuti jadwal pemberian imunisasi yang sudah ditentukan.
Pemberian imunisasi yang tidak sesuai jadwal atau belum lengkap memang bukan merupakan hambatan untuk melanjutkan imunisasi.
Manfaat imunisasi yang sebelumnya diberikan sudah menghasilkan respon imunologis. Namun masih di bawah ambang kadar proteksi atau belum mencapai perlindungan untuk kurun waktu yang panjang (life long immunity).
Oleh sebab itu, anak perlu melanjutkan dan melengkapi imunisasi (catch up immunization) agar manfaat imunisasi mencapai kadar perlindungan yang optimal.
Semoga bermanfaat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





