Akurat Logo

Seperti Yuni Shara, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua Saat Anak Ketahuan Nonton Porno

Jhon | 27 Juni 2021, 14:06 WIB
Seperti Yuni Shara, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua Saat Anak Ketahuan Nonton Porno

AKURAT.CO, Penyanyi Yuni Shara membuat banyak orang kaget karena mengaku sempat menemani anaknya menonton film tersebut. Hal itu dilakukan oleh Yuni Shara sebagai bagian dari pendidikan seks untuk kedua anaknya,

Cavin Obrient Salomo Siahaan dan Cello Obient Siahaan. Sebagai single parents, Yuni Shara menegaskan bahwa dirinya tak bisa memantau anak-anaknya selama 24 jam. Namun, Yuni Shara juga menyadari jika anak-anaknya yang sudah remaja itu memiliki rasa ingin tahu yang sangat kuat tentang film dewasa.

Alih-alih memarahi, Yuni Shara merasa perlu bersikap tenang, dan menjadi teman untuk anak-anaknya. Dari situlah dia nantinya akan mengarahkan anak-anaknya. 

"Anak-anakku kebetulan anak-anak yang terbuka. Nggak mungkin lah ya anak-anak kita nggak nonton film porno, mau yang jenis anime atau jenis apapun segala macem, akan ada. Daripada nanti gimana-gimana mending kita jadi temen aja 'gimana nontonnya' misalnya kayak gitu. Itu yang kayak gini-gini," kata Yuni Shara saat  berbincang dengan Venna Melinda. 

Apa yang dilakukan oleh Yuni Shara ini menuai banyak pro dan kontra dikalangan warganet. Mereka menilai bahwa Yuni Shara seharusnya tidak mengizinkan anaknya menonton film porno, namun tak sedikit pula yang menilai positif  tindakan kakak kandung Krisdayanti itu.

Memikirkan anak melihat pornografi tentu akan membuatmu sebagai orang tua merasa tidak nyaman. Kenyataannya, tidak ada yang salah saat anak melihat hal-hal berbau pornofgrafi. Yang menjadi masalah adalah kapan waktu yang tepat bagi anak untuk melihat materi pornografi. 

Menurut majalah Forbes, usia rata-rata seorang anak pertama kali melihat pornografi di internet adalah 11 tahun. 

Ada beberapa alasan mengapa anak-anak melihat pornografi. Bagi sebagian anak adalah untuk menjadi "keren". Ada laporan kasus anak-anak yang relatif muda menggunakan pornografi untuk mengesankan teman-teman mereka. Ini sama seperti halnya anak-anak terkadang merokok untuk menunjukkan kemandirian mereka.

Alasan kedua adalah rasa ingin tahu. Tetapi dalam banyak kasus  terutama untuk pria yang melewati masa pubertas, ini hanya untuk stimulasi seksual (masturbasi) saat tidak ada orang lain di sekitar.

Lalu, apakah yang harus kamu lakukan saat anak menonton film dewasa atau sudah mengenal pornografi?

Menurut Richard Toft, psikolog anak di Palo Alto, California, hal pertama yang wajib kamu lakukan adalah tidak panik. Artinya, hal yang dilakukan oleh Yuni Shara sudah benar. Sebagai orang tua, kamu harus cukup bijaksana untuk menghadapi hal seperti ini.  Ambil napas dalam-dalam dan luangkan waktu untuk memikirkan situasi sebelum kamu melakukan sesuatu. Jangan bereaksi berlebihan. 

“Reaksi orang tua dapat memiliki dampak yang luar biasa, dan dapat membuatnya trauma dengan mengomel, mengoceh, dan mengancam pembalasan," kata Toft.

Toft menambahkan, orang tua perlu melakukan pendekatan yang sama seperti mereka menjelaskan tentang seksualitas kepada anak. 

“Orang tua akan melakukan yang terbaik jika mereka menganggap pornografi sebagai bagian dari seksualitas anak," ujar Toft. 

Jika kamu ingin membahas soal pornografi kepada anak, coba ikuti langkah-langkah berikut ini:

  • Lebih baik jujur, dan gunakan istilah biologis yang sesuai untuk membahas prosesnya. Jadi 'penis', 'vagina' dan 'payudara' bukan 'burung', 'pus' dan 'payudara'. Dengan cara ini, kamu menunjukkan kepada anak bahwa hubungan seksual adalah proses untuk tidak merendahkan dengan menggunakan kata-kata yang menghina bagian tubuh.
  • Beri tahu anak-anak bahwa kamu bahwa mereka sudah mengetahui soal pornografi.
  • Beri tahu mereka bahwa tidak apa-apa, dan tidak perlu malu mendiskusikan seks.  itu wajar untuk terangsang dengan menonton pornografi. Sebagian besar anak-anak ingin berbicara tentang seks, tetapi mereka tidak tahu dengan siapa. Nah, sebagai orang tua, kamu adalah salah satu sumber terbaik untuk memuaskan keingintahuan anak tentang seksualitas.
  • Beri tahu anak bahwa bukan bagaimana hubungan seksual yang sebenarnya terjadi. Tegaskan bahwa film porno tidak merepresentasikan hubungan seks yang sebenarnya. Bagikan pandangan kamu tentang seks. Beritahu anak tentang aspek emosional keintiman fisik dalam berhubungan seks. 
  • Beritahu mereka bahwa pornografi tidak menggambarkan hubungan seksual yang sebenarnya. Tubuh setiap orang berbeda, dan kemungkinan tidak akan terlihat seperti yang ada di video porno. Yakinkan anak bahwa bagian tubuh yang dilihatnya di video  bukan standar untuk mengukur harga diri mereka.

Hal yang paling penting adalah tidak menaruh rasa takut atau malu dalam pikiran anak. Jika kamu melakukan itu, mereka tidak akan berhenti menonton film porno. Anak hanya akan memastikan bahwa kamu tidak mengetahuinya. Dan itu berpotensi merusak dirinya di masa depan, seperti pergaulan bebas, terkena penyakit menular seksual dan kehamilan yang tidak diinginkan.

Tak hanya itu saja, kecanduan pornografi juga bisa menganggu kesehatan mental anak, seperti gelisah, mudah terangsang secara seksual, merasa bersalah, malu, cemas, marah, bahkan sulit bersosialisasi. 

Jadi, cobalah menekankan bahwa masih  banyak hal yang bisa ditonton selain pornografi. Jangan lupa untuk menyampaikan bahwa ada waktu dan usia yang tepat untuk melakukan hubungan seks. Salah satunya adalah setelah menikah. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

J
Reporter
Jhon
C