Anak yang Punya Banyak Saudara dalam Keluarga Bakal Lebih Stres?

AKURAT.CO Sebuah penelitian baru-baru ini menemukan bahwa rumah yang penuh sesak mungkin bukan yang terbaik untuk kesehatan mental anak-anak dalam sebuah keluarga.
Remaja yang berada dalam lingkup anggota keluarga yang banyak cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih buruk dibandingkan mereka yang memiliki saudara kandung lebih sedikit, berdasarkan analisis terhadap anak-anak di Amerika Serikat dan Tiongkok.
Di Amerika Serikat, anak-anak yang tidak memiliki atau memiliki satu saudara kandung mempunyai kesehatan mental yang terbaik, sementara di Tiongkok, kesejahteraan terbaik ada di antara anak-anak tunggal, menurut laporan yang diterbitkan pada 9 Januari di Journal of Family Issues.
Memiliki kakak dan adik yang jarak usianya berdekatan cenderung memiliki dampak terburuk terhadap kesehatan mental anak-anak, demikian ungkap data di AS.
Baca Juga: 10 Tips Mengatasi Stres, Strategi Ampuh untuk Kesehatan Mental Anda
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan negatif paling kuat dengan kesehatan mental diamati di antara saudara kandung yang lahir dalam rentang waktu satu tahun.
“Jika Anda menganggap sumber daya orang tua seperti sebuah kue, satu anak berarti mereka bisa mendapatkan semua kuenya, semua perhatian dan sumber daya dari orang tua,” kata pemimpin peneliti Doug Downey, seorang profesor sosiologi di Ohio State University dalam rilis berita universitas. “Tetapi jika Anda menambahkan lebih banyak saudara kandung, setiap anak mendapat lebih sedikit sumber daya dan perhatian dari orang tuanya, dan hal itu mungkin berdampak pada kesehatan mental mereka.”
"Penjelasan tersebut semakin diperkuat oleh fakta bahwa saudara kandung yang jaraknya berdekatan mempunyai dampak paling negatif, karena anak-anak yang usianya lebih dekat akan bersaing untuk mendapatkan jenis sumber daya orang tua yang sama," kata Downey.
Namun, ada kemungkinan lain yang dapat memengaruhi kesehatan mental anak dengan banyaknya saudara kandung.
Misalnya, di Tiongkok dan AS, keluarga yang paling kaya memiliki kesehatan mental terbaik.
Untuk penelitian ini, para peneliti menganalisis data yang diambil dari lebih dari 9.400 siswa kelas delapan di Tiongkok dan 9.100 siswa kelas delapan di Amerika sebagai bagian dari penelitian yang sedang berlangsung di masing-masing negara.
Baca Juga: Anak yang Kehilangan Orang Tua Sebelum 21 Tahun Cenderung Bakal Jadi Pengangguran
Anak-anak di Tiongkok rata-rata memiliki satu atau lebih sedikit saudara kandung (0,89), sedangkan anak-anak AS rata-rata memiliki 1,6 saudara kandung.
Sementara itu, berdasarkan data, sepertiga anak-anak di Tiongkok adalah anak-anak tunggal, dibandingkan dengan hampir 13% anak-anak Amerika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Rusia Perluas Pangkalan Militer di Libya, NATO Terancam dari Dua Arah
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T






