Pemberian Vaksin PCV Gratis untuk Bayi, Dapat Cegah Bayi Terkena Pneumonia

AKURAT.CO, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menargetkan seluruh anak di Indonesia mendapatkan vaksin PCV rutin mulai tahun ini.
Diketahui, vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) merupakan vaksin untuk mencegah penyakit pneumonia atau radang paru-paru pada bayi. Yang merupakan penyebab kematian tersebar di dunia dan di Indonesia.
Imunisasi dengan PCV dinilai akan memberikan perlindungan yang efektif untuk bayi dan anak-anak terhadap penyakit pneumonia atau radang paru akibat infeksi bakteri pneumokokus.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa target Kemenkes itu selaras dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang juga sudah merekomendasikan agar PCV masuk dalam program imunisasi rutin bagi anak di seluruh dunia.
"Kemenkes berkomitmen untuk melindungi seluruh anak Indonesia dari ancaman pneumonia melalui pemberian imunisasi PCV yang dilaksanakan secara bertahap dimulai pada tahun 2017. Tahun ini, seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali akan mendapatkan manfaat perlindungan dari vaksin PCV," ujat Nadia dikutip dari situs resmi Kemenkes, pada Jum'at (16/9/2022).
Nadia melanjutkan, pelayanan imunisasi PCV ini dilakukan di posyandu, puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya seperti rumah sakit, klinik, praktik mandiri dokter, praktik mandiri bidan, dan fasilitas-fasilitas pelayanan kesehatan lainnya yang memberikan layanan imunisasi.
Imunisasi vaksin PCV diberikan sebanyak tiga dosis. Dosis pertama pada usia 2 bulan, dosis kedua usia 3 bulan dan dosis ketiga pada usia 12 bulan. Nadia juga mengingatkan bahwa vaksin ini diberikan gratis bagi keluarga Indonesia.
Vaksin yang digunakan juga diklaim aman dan telah direkomendasikan oleh WHO serta telah lulus uji dari BPOM.
"Dengan pencanangan ini, maka imunisasi PCV menjadi satu dari 14 jenis imunisasi yang wajib diberikan untuk anak-anak Indonesia," jelas Nadia.
Dalam keterangan yang sama, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Maxi Rein Rondonuwu juga memastikan stok dan distribusi cukup terjaga seiring dengan pencanangan nasional imunisasi PCV.
Maxi sempat menjelaskan bahwa sebelum ditetapkan sebagai imunisasi rutin, kebijakan pemberian imunisasi PCV di Indonesia telah dimulai sejak tahun 2017 di beberapa Kabupaten di Lombok Barat dan Lombok Timur.
Pada tahun 2021, pemberian imunisasi PCV diperluas di beberapa provinsi diantaranya NTB, Bangka Belitung dan beberapa kabupaten atau kota di Jawa Barat dan Jawa Timur. Pemberian imunisasi PCV di beberapa daerah tersebut menurutnya terbukti aman dan efektif menurunkan kasus baru pneumonia.
"Harapan kami seluruh provinsi sampai kabupaten atau kota bisa melaksanakan imunisasi PCV ini, sehingga kami harapkan seperti daerah-daerah di NTB yang sudah melaksanakan imunisasi PCV, angka kesakitan dan angka kematian karena pneumonia menurun drastis," kata Maxi.
"Vaksinasi ini diberikan secara gratis. Kami harapkan orang tua bisa segera membawa anaknya ke fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) terdekat untuk mendapatkan imunisasi PCV sejak dini," tutup Maxi.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





