Moms, Lihat ini Dampak Dari Bentuk Hukuman Dengan Memukul Bokong Anak

AKURAT.CO, Hukuman fisik sepertinya sudah turun-temurun dipraktikkan oleh banyak orang tua di Indonesia untuk mendisiplinkan anak, mulai dari mencubit perut, menjewer telinga hingga memukul bagian bokong anak.
Menurut American Academy of Pediatric (APA), hukuman fisik, seperti memukul area bokong dapat menimbulkan rasa sakit baik mental maupun secara fisik, bahkan bisa menimbulkan kekerasan pada anak.
Hal ini nantinya dapat menyebabkan peningkatan perilaku marah disertai tindakan kasar, perilaku antisosial, cedera fisik, dan masalah kesehatan mental anak.
Alih-alih membuat anak merasa jera dengan kenakalannya, hukuman fisik justru malah akan berdampak negatif pada kehidupan anak lainnya.
Berikut, ada banyak dampak negatif yang akan terjadi kepada anak, jika ia sering dipukul dibagian bokong :
Mengajarkan anak untuk berperilaku serupa
Diketuhi, efek pengasuhan orangtua akan berdampak pada kehidupan anak kelak. Sebab, perilaku anak adalah cerminan orang tuanya.
Bila orangtua sering memberi hukuman fisik seperti memukul atau menampar anak, dikutip dari laman Raising Children, Jum'at, 16 September 2022, kelak sang anak akan berlaku demikian kepada orang lain di lingkungan sosialnya.
Mengecilkan hati dan pikiran
Memukul pantat anak disertai ucapan kasar yang penuh amarah bisa membuat anak sedih, cemas bahkan depresi.
Apalagi, jika tindakan ini dilakukan di depan teman atau orang lain.
Sebab, anak akan merasa tidak percaya diri, takut untuk berbuat sesuatu, dan kesulitan untuk bersosialisasi dengan orang lain kelak karena kecemasan yang dideritanya
Tindakan ini juga bisa membentuk persepsi bahwa orangtua adalah sesuatu yang perlu ditakuti, bukan dihormati.
Menjadi lebih agresif
Dikutip dari laman Clevland Clinic, anak-anak yang sering mendapatkan hukuman dengan dipukul area bokong cenderung mengembangkan sikap yang agresif.
Misalnya, ketika merasa marah, sedih, kesal dan tidak puas, ia dapat saja memukul teman atau orang lain yang berada di sekitarnya untuk melampiaskan emosinya.
Memperburuk hubungan orang tua dan anak
Selain membuat anak berkecil hati hingga cemas, tindakan pukul bokong dapat membuat anak tidak mau mendengarkan orangtua.
Menurtu laman APA, anak yang merasa kesakitan ketika dipukul, tentu tidak akan menerima diperlakukan demikian. Akibatnya, sang anak bisa jadi berusaha melawan dengan tindakan atau ucapannya seperti terlihat memberontak.
Bukannya menjadi solusi, memukul pantat anak bisa memperkeruh suasana masalah yang sedang dihadapi.
Jika terus dilakukan, komunikasi dengan anak tentu tidak akan berjalan dengan baik
Untuk menentukan cara bagaimanan mendisiplinkan anak, orangtua tak perlu ragu berkonsultasi dengan psikolog anak, serta mengikuti komunitas yang menyediakan kelas parenting untuk bimbingan atau dukungan tambahan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





