Akurat

Anak Autisme Bisa Berkarya Dalam Bentuk Kolaborasi

| 16 Juni 2022, 15:04 WIB
Anak Autisme Bisa Berkarya Dalam Bentuk Kolaborasi

AKURAT.CO  Memiliki anak autis atau Gangguan Spektrum Autisme (GSA) bukan menjadi halangan untuk bisa menghasilkan atau berkolaborasi dalam suatu karya. Hal ini dibuktikan oleh seniman Prinkadipa.

Baru-baru ini Prinkadipa diikutsertakan dalam program kolaborasi produk cooler bag spesial bersama Re.juve dan Luna Maya. 

Prinkadipa sendiri yang dikenal dengan produk fashion bermotif alam atau hewan, dipercaya untuk mendesain cooler bag yang diproduksi dalam kolaborasi tersebut.

Prinkadipa merupakan pasangan Ibu dan anak, sang anak bernama Dipa Pranada mandala, sedangkan sang Ibu bernama Prinka Maharani. 

“Sejak umur empat (4) tahun, Dipa menunjukkan kelebihan dan keceriaan tiap kali menggambar. Gambar pertamanya adalah gajah. Sebagai Ibu, saya tergerak untuk secara konsisten mengumpulkan dan mengolah karyanya dengan cara scan," ujar Prinka di Konferensi Pers dan Peluncuran Paket Spesial dan Cooler Bag Re.juve bersama Luna Maya dan Prinkadipa, Jakarta, pada Rabu (15/6/2022).  

"Pas saya lihat kok gambarnya bagus dan lucu kalau di kain. Lalu, waktu itu ibu saya ulang tahun, saya ingin kasih hadiah yang bermakna, saya bikin jilbab pakai kain bergambar dari Dipa ternyata banyak teman yang suka," sambungnya.  

Setelah itu, jadilah nama Prinkadipa yang menghasilkan berbagai produk karya gambar tangan sendiri.

Prinkadipa sudah berdiri tiga tahun, menjadi spesialis produksi tas dengan gambar motif spesial dari Dipa. 

Jika dilihat dari koleksi Prinkadipa, banyak gambar gajah, ternyata ini dikarenakan Dipa menyukai gajah.

“Terus kepikiran karena banyak kertas, saya coba scan. Habis itu saya pindahkan ke kain, jadi tas atau baju gitu, ternyata jadi produk,” jelasnya.

Prinkadipa I Koleksi tas Prinkadipa Instagram/prinkadipa

Prinka lebih memilih agar putranya tersebut menggambar motif untuk kain buat produk Prinkadipa atau kolaborasi, ketika suasana hati Dipa mendukung. 

Selain itu, ia juga mengaku hanya menerima permintaan tanpa batas waktu. Hal itu karena dia tidak mau memaksakan putranya dalam melakukan kegiatan menggambar.

“Kalau Dipa tidak mau ya nanti dulu sih, karena beda sama ilustrator lain bisa diatur gitu, kalaupun dia lagi tidak mau terus kita minta, rasa gambarnya beda gitu, jadi mending tidak dipaksa. Kolaborasi Re.juve juga tidak ada tenggat waktu dan Re.juve bisa memaklumi kondisinya,” ungkap Prinka.

Di samping bakat Dipa yang dimanfaatkan untuk membuat produk, Prinka mengaku tetap memfokuskan demi perkembangan putranya itu. 

Oleh karena itu, dia tidak pernah meminta putranya melakukan sesuatu. Namun, ketika Dipa gemar melakukan sesuatu, ia mencoba untuk mendukung putranya itu.

"Dulu pernah seminggu habisin satu rim kertas buat gambar, sekarang sudah jarang. Dipa lagi senang-senangnya memasak. Jadi, kita tetap mendukung apa yang anak ingin lakukan," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.