Kapan Makanan Bayi Boleh Diberi Garam? Ini Penjelasan Ahli
AKURAT.CO, Si kecil sudah berusia enam bulan? Mom pun mulai mempersiapkan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk Si kecil. Sebagai orangtua, Mom tentu sangat ingin memberikan makanan terbaik untuk Si Kecil. Bukan soal nutrisi, tapi rasanya juga. Jika pernah mencicipi makanan pertama Si Kecil, Mom akan menyadari bahwa itu agak hambar.
Mom mungkin akan mulai bertanya-tanya, bolehkah makanan si kecil dibawah satu tahun diberi garam? Jawababnya, adalah tidak perlu.
Tak peduli sehambar apapun makanan Si Kecil, Mom tidak disarankan menambahkan garam.
“Untuk bayi usia 12 bulan atau lebih muda, tidak disarankan untuk menambahkan garam ke makanan mereka,” tegas Dr. Arunima Agarwal, MD, FAAP, seorang dokter anak, dilansir AKURAT.CO dari Romper, Jumat, (13/8/2021).
Apakah ada risiko menambahkan garam ke makanan bayi?
Garam adalah mineral kristal yang terbuat dari natrium (sodium) dan klorida. Adapun asupan natrium untuk bayi usia tujuh sampai 12 bulan adalah kurang dari satu gram sehari atau sekitar kurang dari 0,4 gram natrium. Pada usia tersebut, kebutuhan natrium si kecil bisa didapatkan dari dari ASI maupun susu formula. Jadi, Mom tidak perlu menambahkan garam pada MPASI-nya.
"Bayi di bawah usia satu tahun tidak perlu tambahan natrium dari makanan, karena mereka sudah mendapatkannya dari ASI atau susu formula," jelas Kara Hoerr, RDN, ahli gizi diet terdaftar.
Apabila konsumsi garam sampai berlebihan, maka si kecil bisa terkena masalah kesehatan serius. Bahkan sejumput garam ke dalam makanan si kecil, efeknya tetap sangat berbahaya. Intinya, garam tidak boleh ditambahkan ke makanan bayi hingga usianya satu tahun.
"Ginjal bayi belum cukup matang untuk menangani banyak natrium, sehingga jumlah yang mereka butuhkan dalam sehari sangat rendah," kata Hoerr.
Beberapa penelitian juga telah menunjukkan jika memberikan asupan garam pada bayi di bawah usia satu tahun bisa menyebabkannya berisiko terkena hipertensi, kegemukan dan penyakit jantung di usia lebih muda.
Berikut jumlah maksimum garam yang disarankan untuk bayi dan anak-anak adalah:
- Usia 12 bulan : kurang dari 1 gram gram sehari (sekitar kurang dari 0,4 gram natrium).
- Usia 1 hingga 3 tahun : kurang dari 2 gram garam sehari (0,8 gram natrium).
- Usia 4 sampai 6 tahun : sekitar 3 gram garam sehari (1,2 gram natrium).
- Usia 7 hingga 10 tahun : sekitar 5 gram garam sehari (2 gram natrium).
- Usia 11 tahun ke atas : sekitar 6 gram garam sehari (2,4 gram natrium).
Jadi, apakah yang harus Mom lakukan bila ingin menambahkan rasa pada makanan si kecil usia dibawah satu tahun?
Misalnnya, Mom mengolah wortel sebagai MPASI si kecil. Nah, jika Mom ingin menambahkan lebih banyak rasa pada makanannya, jangan gunakan garam. Lebih baik memanfaatkan rempah-rempah yang ada.
Selain itu, bahan makanan sebenarnya pun sudah mengandung garam dan gula alami, sehingga Mom tidak perlu memberikan penambah rasa.
“Lebih baik memperkenalkan bayi pada rasa yang lebih beragam sejak awal dengan rempah-rempah lain daripada hanya garam. Saat menyiapkan makanan, cobalah menggunakan bumbu, jus lemon, dan rempah-rempah lainnya daripada garam,” saran Hoerr.
Fakta lainnya, makanan bayi sebenarnya bayi tidak terasa hambar. Namun, orang dewasa terbiasa mengonsumsi makanan berbagai rasa, maka bubur bayi terasa hambar. Sementara, langit-langit mulut bayi pun belum berkembang dengan sempurna, sehingga ia belum memiliki preferensi terhadap rasa asin.
Jadi, haruskah Mom mengukur asupan garam si kecil?
Ya, tapi tidak berlebihan. Mom tidak perlu sampai stres dan menghitung miligram garam yang dikonsumsi si kecil. Apabila Mom mengandalkan makanan yang dibuat sendiri di rumah, maka kecil kemungkinan si kecil untuk kelebihan natrium. Pastikan pula untuk membatasi makanan yang tinggi natrium, seperti keju, sehingga anak mendapatkan jumlah asupan natrium yang tepat.
"Selama anak tidak berpusat pada makanan olahan, bayi seharusnya mengonsumsi natrium dalam jumlah yang tepat," ujar Sarah Rueven, RD, MS, CDN.
Apabila Mom juga memberikan makanan olahan, pastikan sudah memeriksa kandungan natriumnya. Namun, yang terbaik adalah menyajikan makanan segar yang rendah natrium kepada si kecil.
"Garam secara alami terdapat di banyak makanan, dan sering ditambahkan ke banyak makanan olahan. Itulah mengapa penting untuk membaca label untuk melihat berapa banyak garam yang terkandung dalam makanan," ujar Agarwal.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





