Diananda Choirunisa Pilih Panahan Meski Kulit Jadi "Item"

AKURAT.CO, Sejak masih di Taman Kanak-Kanak hingga kelas dua SD, Diananda Choirunisa selalu ikut ayahnya latihan silat. Dengan ayah seorang pesilat profesional peraih medali perak SEA Games Chiangmai, Thailand, 1995, Diananda dengan sendirinya diarahkan untuk menekuni olahraga ini.
Namun, di rumah ia punya ibu seorang atlet memanah. Di hadapan Diananda kecil waktu itu, ia punya pilihan untuk menjadi atlet silat atau panahan. Namun, setelah menghitung resiko dengan pikirannya sebagai seorang bocah kelas dua SD, Diananda memilih jalan yang pernah ditempuh ibunya.
“Pas kelas dua SD sama papa ditanyain: ‘kamu mau ikut panahan atau silat?’ Terus aku tanya, ‘resikonya apa?’ ‘Kalau panahan, resikonya (kulit jadi) item, kalo silat, resikonya bisa patah tulang,”’ ucap Diananda di Pusat Olahraga Nasional Bukit Jalil, Minggu (20/8).
“Ya udah, terus aku tanya mama, ‘medalinya ‘gimana?’ ‘Kalau panahan kamu medalinya bisa banyak, kalau silat medalinya cuma satu, udah sakit semua, satu lagi medalinya. Akhirnya ‘nyoba panahan.”
Belasan tahun kemudian, ketika Diananda telah menjelma sebagai seorang dara berusia 20 tahun, ia menciptakan kejutan bagi dirinya sendiri dengan meraih medali emas cabang panahan untuk kategori recurve perseorangan.
Di Bukit Jalil, Diananda mengalahkan atlet Filipina, Nicole Marie Tagle, dengan sebuah come-back. Setelah sempat tertinggal 1-3 pada seri kedua, atlet kelahiran Surabaya, 16 Maret 1997, ini menyamakan kedudukan 4-4 dan membalikkan keadaan menjadi 6-4 pada seri kelima.
“Nggak ‘nyangka, soalnya dari awal yang waktu latihan itu, ‘nembak-nya udah nggak enak ‘gitu. Terus, tadi nggak ‘nyangka aja bisa bagus,” kata Diananda.
Di seri kelima, ketika Diananda melihat tembakan terakhir Tagle hanya menancap pada target dengan poin enam, rasa gugupnya justru meningkat meski ia tahu ia berada di atas angin. Tembakan buruk Tagle membuat Diananda khawatir bahwa anak panahnya juga bisa melenceng dari sasaran.
“Jadi lebih deg-degan waktu itu. Kan (Tagle) udah melenceng (ke target) enam, o pasti menang ini. Nah waktu itu kayak takut, (jangan-jangan anak) panah ini melenceng juga,” ujar Diananda.
Emas yang dipersembahkan Diananda menjadi yang ketiga bagi kontingen Indonesia di SEA Games Kuala Lumpur 2017. Sekaligus mencatatkan panahan sebagai satu-satunya cabang yang menyumbangkan total tiga emas milik Indonesia hingga pukul 18.30 waktu setempat.
Sesuai dengan janji pemerintah, setiap medali emas di SEA Games setara dengan bonus sebesar Rp 200 juta. Untuk apa uang sebanyak itu bagi seorang gadis berusia 20 tahun?
“Buat bangun rumah di Surabaya. Kan sudah ada tanah, mau dibangun,” kata Diananda.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 4Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 5Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 620 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 7Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja



