Olimpiade Paris: Pukulan Lawan Setara Putra, Petinju Putri Italia Mundur di Tengah Laga

AKURAT.CO, Cabang tinju Olimpiade Paris 2024 memunculkan fenomena kontroversial dalam laga Angela Carini versus Imane Khelif.
Ya, persoalan kadar testoteron atlet menjadi perbincangan yang cukup serius pada pertarungan Angela Carini kontra Imane Khelif di kelas welter putri Olimpiade Paris itu.
Tak lain karena Angela Carini yang bertarung di kelas welter memutuskan mundur setelah bertarung selama 46 detik di babak 16 besar Olimpiade Paris melawan Imane Khelif.
Baca Juga: Indonesia Hampir 20 Tahun tak Kirim Wakil ke Olimpiade, La Paene Masara: Nasib Tinju Amatir Menyedihkan!
Bertarung di Arena Paris Nord, Paris, Prancis, Kamis (1/8), Angela Carini yang berkebangsaan Italia memutuskan mundur setelah bertarung selama 46 detik di laga Olimpiade Paris melawan Imane Khelif yang datang dari Aljazair.
Setelah mengalami pukulan di 30 detik pertama, Carini mundur ke sudut untuk memperbaiki pengaman kepalanya. Kemudian setelah beberapa saat kembali bertarung atlet berusia 25 tahun itu memilih untuk tak melanjutkan laga.
"Saya tidak takut saya tidak takut dengan ring. Saya tidak takut kena pukul. Tapi kali ini harus ada akhir dari semuanya, dan saya menghentikan pertarungan ini, karena saya tidak bisa (terus)," kata Carini.
Carini mundur karena merasa secara fisik pertarungan tak seimbang. Imane Khelif diketahui memiliki kadar testoteron di atas rata-rata atlet putri sehingga pukulannya relatif seperti petarung putra.
Karena kadar testoren itu, Khelif pernah didiskualifikasi di Kejuaraan Dunia Tinju Putri tahun lalu. Namun Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengizinkan Khelif ke Olimpiade Paris karena tak mengakui kejuaraan dunia yang dihelat oleh IBA.
Baca Juga: Terlalu Unggul, Pelari Wanita Afsel Tolak Aturan Pengurangan Testoteron
Adapun di perempat final Olimpiade Paris Khelif akan menghadapi wakil Hungaria, Luca Hamori. Hamori mengalahkan petinju asal Australia, Marissa Williamson, di babak 16 besar.
Persoalan testoteron ini memang sudah menjadi polemik dalam beberapa tahun terakhir. Yang paling menarik perhatian dunia adalah pelari asal Afrika Selatan, Caster Semenya.
Caster Semenya yang dominan dengan menjadi juara dunia dan peraih emas Olimpiade London 2012 dan Rio De Janeiro 2016 diwajibkan mengurangi kadar testoteron yang diterapkan sebagai regulasi oleh Federasi Atletik Internasional (IAAF) pada 2018.
Semenya menolak mengikuti aturan tersebut dan hanya boleh mengikuti lomba di atas satu mil atau di bawah 400 meter. Ia turun di nomor 5000 meter Kejuaraan Dunia Atletik 2022 dan menempati peringkat ke-13 di semifinal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 7Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Menag Pimpin Salat Jenazah, Rano Karno Sampaikan Pesan Keluarga untuk Guruh Soekarnoputra
- 10Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla




