Akurat Logo

Jokowi Tolak Ijazah Fisik Diperiksa Ulang di Persidangan

Okto Rizki Alpino | 5 November 2026, 15:10 WIB
Jokowi Tolak Ijazah Fisik Diperiksa Ulang di Persidangan
Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), memperlihatkan ijazah fisik miliknya dalam sidang dugaan ijazah palsu di PN Jakarta Timur.

AKURAT.CO Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) keberatan jika ijazah fisik miliknya kembali menjalani pemeriksaan laboratorium forensik (labfor) secara terbuka di persidangan.

Dia beralasan dokumen tersebut merupakan barang pribadi, dan sebelumnya telah diperiksa Laboratorium Forensik Polri.

Keberatan itu disampaikan Jokowi saat menjawab pertanyaan penasihat hukum Roy Suryo, dalam persidangan perkara dugaan ijazah palsu di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Kamis (5/11/2026).

Baca Juga: Jokowi Ungkap Sosok Djatmiko di Sidang, Bantah Ijazah S1 Gunakan Identitas Orang Lain

Penasihat hukum Roy Suryo semula menanyakan kesediaan Jokowi apabila majelis hakim memerintahkan pemeriksaan forensik ulang terhadap ijazah fisik yang diklaim asli. Pemeriksaan itu diminta dilakukan secara transparan dengan membandingkannya dengan berkas digital yang dianalisis terdakwa.

"Saya keberatan, Yang Mulia. Karena ijazah saya sudah diuji di Labfor milik Polri. Ini adalah dokumen pribadi saya," kata Jokowi.

Dia juga menyatakan keberatan apabila ijazah tersebut harus dibawa ke berbagai tempat untuk kepentingan pemeriksaan.

Dalam kesempatan yang sama, Jokowi mengaku tidak meneliti secara terperinci apakah ijazah fisik miliknya identik dengan berkas digital yang pernah diunggah Dian Sandi melalui akun X.

Baca Juga: Di Hadapan Roy Suryo, Jokowi Tunjukkan Ijazah Lengkap dan Ungkap Nilai Skripsi

"Saya tidak meneliti sampai sedetail itu, Yang Mulia," ujarnya.

Sementara itu, ketika ditanya penasihat hukum apakah pernah memperlihatkan ijazah fisiknya kepada para terdakwa dan memberikan kesempatan untuk membuktikan keaslian dokumen tersebut, Jokowi menjawab tidak.

Menurut dia, pembuktian seharusnya dilakukan oleh pihak yang melontarkan tuduhan. "Tidak, Yang Mulia. Karena dimulai dari tuduhan. Mestinya, yang menuduh itu yang membuktikan," kata Jokowi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.