Jelang Seabad Hari Sumpah Pemuda, Indonesia Bergerak Menjadi Lebih Baik

AKURAT.CO Hampir satu abad lalu, para pemuda dari berbagai latar belakang berkumpul dan menyatakan satu ikrar: bertumpah darah satu, berbangsa satu, dan menjunjung bahasa persatuan, Indonesia.
Meskipun kini tantangannya berbeda, namun pertanyaan yang muncul tetap sama dan relevan. Bagaimana persatuan bisa terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari?
Jawabannya tidak selalu hadir dalam peristiwa besar, tapi lewat kemajuan yang terlihat dari semakin luasnya akses pendidikan, aktivitas ekonomi yang terus bergerak, upaya menjaga ketersediaan pangan, hingga prestasi Indonesia di panggung olahraga internasional.
Baca Juga: Pemerintah Kaji Pembangunan 2.200 Rumah Khusus di Papua Pegunungan
Indonesia memiliki modal generasi yang besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, jumlah penduduk berusia 16–30 tahun mencapai sekitar 64,22 juta jiwa, atau sekitar seperlima dari total penduduk Indonesia.
Potensi tersebut juga tercermin dalam Indeks Pembangunan Pemuda (IPP). Data Kementerian Pemuda dan Olahraga menunjukkan bahwa IPP Indonesia meningkat dari 48,67 pada 2015 menjadi 58,33 pada 2024.
Indeks ini mengukur perkembangan kepemudaan melalui sejumlah dimensi, termasuk pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan, lapangan kerja, serta partisipasi dan kepemimpinan. Peningkatan tersebut menjadi catatan kemajuan, meski perkembangannya masih bertahap dan kualitas pembangunan pemuda tetap perlu diperkuat.
Ekonomi yang Terus Bergerak, Kesempatan Kerja Terus Dibutuhkan
Masa depan Indonesia untuk generasi muda juga terus dibangun demi kesempatan kerja dan kehidupan yang layak. BPS mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi pada semester I 2026 mencapai 5,45 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dari sisi ketenagakerjaan, jumlah penduduk bekerja mencapai 148,19 juta orang pada Mei 2026, bertambah sekitar 522 ribu orang dibandingkan Februari 2026. Tingkat Pengangguran Terbuka juga turun dari 4,68 persen menjadi 4,65 persen pada periode yang sama.
Baca Juga: Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Kerja Nyata dan Pembangunan Terus Hadir untuk Rakyat
BPS turut mencatat tingkat kemiskinan pada Maret 2026 sebesar 8,07 persen, atau setara 22,93 juta orang. Jumlah tersebut berkurang sekitar 430 ribu orang dibandingkan September 2025.
Akses Pendidikan Membuka Lebih Banyak Peluang untuk Masa Depan
Hingga Oktober 2026, sebanyak 265 Sekolah Rakyat telah selesai dibangun dan tersebar di 131 kabupaten/kota. Program ini dilaporkan memberikan kesempatan kepada lebih dari 45 ribu anak untuk kembali mengenyam pendidikan, sekaligus mendapatkan fasilitas pendukung pembelajaran dan kehidupan sehari-hari.
Pendidikan memiliki peran penting dalam memperluas pilihan hidup, terutama bagi anak-anak yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Semakin terbuka akses terhadap pendidikan, semakin besar pula peluang mereka untuk mengembangkan kemampuan dan menentukan masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 24 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 4Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 5Materi Matematika TKA SMA 2026, Cek Kisi-Kisi dan Contoh Soal Terbaru
- 6Kalender Jawa 27 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pahing Dikenal Cerdas dan Banyak Akal
- 7Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 8Biaya Marketplace Makin Tinggi, Brand Lokal Mulai Mengandalkan Website Sendiri
- 9Silmy Karim Didakwa Terima Rp1,2 Miliar dari Pungli Dokumen Imigrasi
- 10KPK Ingatkan Nusron Wahid untuk Kooperatif dan Berharap Dukungan Penuh Pemerintah







