Akurat Logo

Pemulihan Pascabanjir Sumatera Capai 98 Persen, Pemerintah Waspadai Bencana Susulan

Moehamad Dheny Permana | 27 Oktober 2026, 10:30 WIB
Pemulihan Pascabanjir Sumatera Capai 98 Persen, Pemerintah Waspadai Bencana Susulan
Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam, Senin (26/10/2026).

AKURAT.CO Pemerintah menyatakan pemulihan infrastruktur dan layanan dasar di tiga provinsi di Sumatera yang terdampak banjir pada akhir November 2025 terus menunjukkan kemajuan.

Realisasi rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bahkan telah mencapai 96–98 persen dari target.

Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, saat membuka Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam, Senin (26/10/2026).

Tito menjelaskan, dari sisi infrastruktur, sebagian besar jalan dan jembatan yang terdampak kini telah kembali berfungsi.

Perbaikan dilakukan melalui kerja sama Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), serta berbagai unsur lainnya.

Meski demikian, sejumlah jembatan daerah masih membutuhkan penanganan lebih lanjut, terutama karena kembali terdampak bencana susulan.

“Jembatan, jalan rata-rata semuanya sudah fungsional, kecuali beberapa jembatan daerah dan ini dikeroyok semua, baik oleh PU, TNI, Polri semua bergerak,” ujar Tito.

Selain infrastruktur, layanan dasar di wilayah terdampak juga berangsur pulih.

Tito mencontohkan aktivitas pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang yang sebelumnya terganggu akibat timbunan lumpur kini telah kembali berjalan. Wilayah tersebut merupakan salah satu daerah yang mengalami dampak parah akibat banjir.

Layanan komunikasi seluler juga telah pulih, sementara sebagian besar fasilitas kesehatan kembali beroperasi.

Namun, enam puskesmas pembantu di Sumatera Utara masih memerlukan penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Sugiono, mengatakan pembangunan kembali sekolah-sekolah terdampak serta penyediaan hunian tetap dan hunian sementara berjalan sesuai rencana.

Berdasarkan laporan kepala daerah dan perkembangan di lapangan, Sugiono menyebut realisasi rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak banjir Sumatera telah mencapai 96–98 persen dari target.

"Memang, (rehabilitasi dan rekonstruksi) di beberapa tempat harus kita lakukan akselerasi, tapi saya kira semua itu bisa terlaksana dengan baik sesuai dengan yang kita harapkan," jelas Sugiono.

Berdasarkan data Satgas PRR per 26 Oktober 2026, banjir pada akhir 2025 berdampak pada 53 kabupaten/kota, 498 kecamatan, dan 4.533 desa/kelurahan.

Seluruh pengungsi yang sebelumnya berjumlah lebih dari 2 juta jiwa kini telah kembali ke rumah atau tempat tinggal lainnya. Dengan demikian, tidak ada lagi pengungsi yang tinggal di tenda.

Baca Juga: Ramalan Shio Asmara Hari Ini 27 Oktober 2026: Jangan Buru-buru Jatuh Cinta

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.