Dua Tahun Gerak Nyata, Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi Lewat B50

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto kerap menekankan pentingnya kemandirian energi, agar Indonesia mampu mengurangi ketergantungan pada impor.
Upaya ini semakin penting di tengah ketidakpastian global yang dapat memicu kenaikan harga dan mengganggu pasokan energi.
Salah satu upaya tersebut mulai terealisasi pada 1 Juli 2026, ketika Indonesia mengimplementasikan program B50. Langkah nyata ini terwujud tiga bulan sebelum genap dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo.
B50 merupakan campuran bahan bakar yang terdiri atas 50 persen biodiesel, yaitu bahan bakar nabati yang antara lain dapat dibuat dari minyak kelapa sawit (CPO), dan 50 persen bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Dengan kebijakan ini, Indonesia dapat semakin menekan impor solar karena sebagian kebutuhan bahan bakar tersebut dapat dipenuhi dengan bahan bakar nabati.
Dalam peluncuran mandatori B50 di Karawang pada 9 Juli lalu, Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengatakan bahwa kebijakan tersebut akan membuat Indonesia tidak perlu lagi mengimpor solar mulai 2026. Sebaliknya, Indonesia diproyeksikan mengalami surplus solar sebesar 4 juta kiloliter (kL) mulai tahun ini.
"Dengan implementasi B50 ini kita tidak impor solar lagi, ini pertama kali," ujar Bahlil, melalui keterangan resmi Bakom RI, Minggu (11/10/2026).
B50 merupakan kelanjutan dari mandatori B40 yang diterapkan pada awal 2025. B40 adalah bahan bakar yang terdiri atas campuran 40 persen bahan bakar nabati dan 60 persen BBM jenis solar.
Peningkatan porsi bahan bakar nabati dalam campuran biodiesel ini berpotensi memberikan dampak besar terhadap perekonomian.
Data Kementerian ESDM menunjukkan bahwa implementasi B50 dapat membantu Indonesia menghemat devisa sebesar Rp170 triliun pada tahun ini.
Baca Juga: B50 Hemat Devisa Rp170 Triliun, Ekonom: Bisa Dorong Transformasi Ekonomi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 7Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan






