Akurat Logo

Prabowo Ultimatum Satgas PKH: Yang Tak Mau Berjuang di Jalan Benar, Minggir

Moehamad Dheny Permana | 7 Oktober 2026, 14:33 WIB
Prabowo Ultimatum Satgas PKH: Yang Tak Mau Berjuang di Jalan Benar, Minggir
Presiden Prabowo Subianto.

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, mengatakan bahwa penertiban kawasan hutan menghadapi tantangan yang berat. Ancaman dan gertakan dipastikan akan selalu ada di tengah perjuangan memberantas praktik korupsi hingga perampokan kekayaan negara.

Oleh sebab itu, dia sangat menghargai jajarannya yang tidak mundur dan gentar demi memperjuangkan kepentingan rakyat. Di sisi lain, dia juga mengultimatum jajaran yang tidak ingin berjuang di jalan yang benar untuk segera meninggalkan barisan pemerintahannya.

"Saya persilakan, saudara-saudara dalam Satgas ini (Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan) atau dalam jajaran pemerintahan saya, siapa yang tidak mau terus di atas jalan yang benar, saya persilakan saudara minggir dengan baik," ujar Prabowo, dikutip Rabu (7/10/2026).

Baca Juga: Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup, Prabowo Siapkan Bonus Tambahan

Menurutnya, upaya pemerintah menertibkan pengelolaan kekayaan negara memang selalu menghadapi perlawanan, terutama dari pihak-pihak yang selama ini menikmati praktik korupsi dan kecurangan.

Ini berlaku dalam semua sektor yang sudah mengakar di Tanah Air, baik penyelundupan, penyebaran narkotika, hingga penipuan dan perampokan kekayaan negara.

"Sepanjang sejarah manusia akan selalu ada pertentangan antara mereka yang di atas jalan yang benar, mereka yang ingin membela kebenaran, keadilan, kejujuran, dan mereka yang ingin membela kejahatan. Tantangan ini selalu ada, kita paham itu," jelasnya.

Prabowo pun meminta jajarannya menentukan sikap dalam menghadapi tantangan tersebut. Dalam pemerintahannya, jalan yang dipilih adalah kebenaran dan tidak akan pernah menyerah kepada pihak-pihak yang serakah serta tidak setia kepada bangsa dan rakyat Indonesia.

Baca Juga: Jokowi dan Prabowo Bertemu di Tengah Putusan MK Soal Pendidikan Gibran, Hal Ini Jadi Sorotan

"Pilihannya adalah pada diri kita, apakah kita berani memilih jalan kebenaran atau kita menyerah kepada kekuatan yang serakah, kekuatan yang tidak setia kepada bangsa ini, kekuatan yang menghina rakyat, kekuatan yang bekerja agar Indonesia terus miskin," imbuhnya.

Prabowo mengaku mengetahui adanya tekanan dan ancaman yang diterima sejumlah pihak yang terlibat dalam upaya penertiban tersebut. Bahkan ancaman tidak hanya ditujukan kepada individu, tetapi juga kepada keluarga mereka.

Meski demikian, dia mengapresiasi jajaran yang tetap bertahan dan tidak mundur dalam menjalankan tugas. Dia berterima kasih kepada mereka yang memilih tetap berjuang bersama pemerintah untuk mengamankan kekayaan negara dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.