Akurat Logo

Ary Ginanjar Apresiasi Prabowo Pilih Suyudi sebagai Kapolri: Pilihan yang Tepat

Yosi Winosa | 2 Oktober 2026, 14:58 WIB
Ary Ginanjar Apresiasi Prabowo Pilih Suyudi sebagai Kapolri: Pilihan yang Tepat
Pendiri ESQ Corp, Prof. Ary Ginanjar Agustian mengapresiasi langkah Presiden Prabowo mengangkat Suyudi sebagai Kapolri

AKURAT.CO Pendiri ESQ Corp, Prof. Ary Ginanjar Agustian menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas keputusan memilih Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).

Menurut Ary, pilihan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat transformasi Polri, khususnya dalam menghadirkan sosok kepolisian yang semakin dekat dengan masyarakat dan berorientasi pada pelayanan.

“Menurut saya, Presiden Prabowo telah memilih sosok yang tepat untuk memimpin Polri. Visi yang dibawa Jenderal Suyudi sangat luhur, yaitu menghadirkan polisi yang memberikan rasa aman, bukan rasa takut, serta memberikan pertolongan, bukan kerumitan,” ujar Ary dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Baca Juga: Usai Dilantik, Kapolri Suyudi Dihadapkan Sejumlah PR Besar Polri

Suyudi resmi dilantik Presiden Prabowo sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pelantikan tersebut menjadi awal amanah baru Suyudi dalam memimpin institusi Polri.

Ary menilai visi tersebut memiliki makna yang sangat mendalam karena menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dari orientasi pelayanan kepolisian.

“Polisi hadir bukan sekadar sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pemberi pertolongan kepada masyarakat. Ketika masyarakat melihat polisi dan merasa aman, di situlah kehadiran negara benar-benar dirasakan,” katanya.

Menurut Ary, untuk mewujudkan visi tersebut diperlukan sumber daya manusia Polri yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki kematangan emosional, karakter, dan integritas.

Hal tersebut, kata Ary, sejalan dengan konsep tiga kecerdasan ESQ, yaitu kecerdasan intelektual atau IQ, kecerdasan emosional atau EQ, dan kecerdasan spiritual atau SQ.

“Kecerdasan intelektual diperlukan agar seorang polisi mampu mengambil keputusan secara tepat. Kecerdasan emosional dibutuhkan agar mampu memahami dan melayani masyarakat dengan empati. Sedangkan kecerdasan spiritual menjadi fondasi agar kewenangan selalu digunakan dengan nilai, integritas, dan tanggung jawab,” ungkap Ary.

Ary berharap kepemimpinan Suyudi dapat menerjemahkan visi tersebut ke dalam pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.