Akurat Logo

Banjir Bandang di Sumatera, Mori Hanafi: Banyak Hutan dalam Kondisi Tak Baik

Ayu Rachmaningtyas | 23 September 2026, 07:53 WIB
Banjir Bandang di Sumatera, Mori Hanafi: Banyak Hutan dalam Kondisi Tak Baik
Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi. - Akurat.co/Ayu Rachmaningtyas

AKURAT.CO Kondisi hutan yang habis saat ini, menjadi salah penyebab terjadinya banjir bandang di Sumatera. Terbaru, banjir bandang melanda Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Senin (21/9/2026).

Anggota Komisi V DPR RI, Mori Hanafi, menyatakan kondisi hutan di Indonesia saat ini tidak pada kondisi baik. Hal ini diperburuk dengan cuaca yang saat ini telah masuk musim hujan.

"Ini kan cuaca anomali ya. Hutan kita habis. Jadi, yang kami pahami salah satu penyebab banjir-banjir ini karena banyak hutan-hutan kita yang sudah tidak dalam kondisi baik," kata Mori saat ditemui di Kompleks Parlemen, Jakarta, dikutip Rabu (23/9/2026).

Baca Juga: Solok Diterjang Banjir Bandang, Puan Kembali Ingatkan Soal Mitigasi Bencana

Keadaan hutan yang tidak memadai menyebabkan saat hujan turun tidak adanya resapan air yang menampung. Sebaliknya, pada saat musim kemarau mata air yang tersedia berkurang drastis.

Menurutnya, berbagai musibah yang terjadi belakangan ini seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Banda Aceh diduga disebabkan karena kondisi hutan yang saat ini telah beralih fungsi menjadi tanaman sawit. Sebab, tanaman sawit merupakan jenis tanaman yang tidak bisa meresap air.

"Jadi, saya enggak bisa komentari lebih jauh terkait dengan apa yang terjadi di Solok. Tapi musibah demi musibah ini, baik banjir yang ada di kemarin di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan juga di Bandar Aceh, itu kalau kita lihat betul, itu memang banyak disebabkan karena hutan-hutan kita yang beralih fungsi," jelasnya.

Karena itu, pihaknya berharap pemerintah dapat mengatasi permasalahan tersebut karena dikhawatirkan kondisi tersebut akan terus terulang.

Baca Juga: Jakarta Belajar dari New York Atasi Macet, Banjir hingga Obligasi Daerah

Sebelumnya, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan, berdasarkan pembaruan data hingga hari Selasa pukul 18.45 WIB, satu warga meninggal dunia dan satu warga masih dalam pencarian akibat banjir bandang di Solok. Selain itu, satu warga mengalami luka berat dan tiga warga mengalami luka ringan.

Menurutnya, peristiwa tersebut terjadi dipicu oleh intensitas hujan yang cukup tinggi. Sebanyak 9 keluarga atau 32 jiwa mengungsi akibat kejadian tersebut. Dari sisi kerusakan, sekitar 100 unit rumah terdampak.

Banjir bandang juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas dan bangunan, meliputi dua kantor pemerintahan rusak berat dan sembilan kantor pemerintahan rusak ringan. Serta satu fasilitas kesehatan turut terdampak.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.