Imparsial: Pembinaan Bela Negara Pelajar yang Tertangkap Demo 27 Agustus Bukti Alergi Kritik

AKURAT.CO Penggunaan pendekatan militer terhadap pelajar yang tertangkap dalam demo 27 Agustus 2026 menunjukkan bahwa pemerintah alergi terhadap kritik, unjuk rasa, maupun protes.
"Bisa disimpulkan demikian. Bahwa penggunaan pendekatan militer oleh pemerintah, dalam konteks ini, menunjukkan bahwa pemerintah alergi terhadap kritik, unjuk rasa atau protes dari masyarakat sipil. Pendekatan ini dapat dilihat sebagai upaya preventif pemerintah untuk membungkam kritik publik," jelas Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra, saat dihubungi Akurat.co, Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, pembinaan pelajar bukan merupakan tugas utama TNI dan tidak harus dilakukan dengan pendekatan militer.
Terlebih, persoalan menjadi semakin problematis jika pendekatan tersebut diterapkan kepada pelajar yang ditangkap lantaran mengikuti aksi unjuk rasa.
Karena itu, penempatan pelajar dalam program pembekalan bela negara dengan pendekatan militer dapat menggeser tujuan pembinaan menjadi pendisiplinan dan pembungkaman terhadap kebebasan sipil.
Baca Juga: Pembekalan Bela Negara dengan Pendekatan Militer Berpotensi Membungkam Kritik Generasi Muda
"Jika mereka kemudian ditempatkan dalam program pembekalan bela negara dengan pendekatan militer, maka program tersebut berisiko bergeser dari pembinaan menjadi instrumen pendisiplinan dan pembungkaman terhadap kebebasan sipil," ujarnya.
Ardi menilai bahwa negara perlu membedakan kenakalan pelajar dengan tindakan pelajar dalam menggunakan hak menyampaikan pendapat.
Kendati demikian, jika terdapat pelanggaran hukum dalam aksi unjuk rasa, maka penanganan yang dilakukan harus melalui mekanisme hukum yang adil dan proporsional.
Oleh karena itu, proses tersebut harus tetap menjamin due process, bukan menggunakan pendekatan militeristik.
"Kalau terdapat pelanggaran hukum dalam aksi, penanganannya harus dilakukan melalui mekanisme hukum yang adil, proporsional, dan menjamin due process. Bukan melalui pendekatan militeristik," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 34 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 4Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 5Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 6Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 7Asuransi Astra Serahkan Toyota Veloz Hybrid kepada Dommy Eriko, Pemenang Undian GASPOL 2026
- 8Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








