Akurat Logo

Prabowo Dorong Jalur Pelayaran dan Penerbangan Langsung Indonesia-Rusia

Putri Dinda Permata Sari | 3 September 2026, 18:41 WIB
Prabowo Dorong Jalur Pelayaran dan Penerbangan Langsung Indonesia-Rusia
Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Vladivostok, Rusia. - Foto: BPMI Sekretariat Presiden

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto mendorong pembukaan jalur pelayaran dan penerbangan langsung antara Indonesia dan Rusia, untuk memperkuat konektivitas serta hubungan ekonomi kedua negara.

Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat berpidato dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026).

Presiden Prabowo mengatakan, hubungan bisnis Indonesia dan Rusia yang semakin intensif perlu diperkuat dari hubungan personal menjadi kerja sama kelembagaan.

Menurutnya, hal tersebut membutuhkan aturan yang jelas, sistem pembayaran yang dapat diandalkan, logistik yang terprediksi, serta kesepakatan yang tetap berjalan meski terjadi pergantian pejabat.

"Tugas yang ada di hadapan kita adalah mengubah kepercayaan pribadi menjadi kepercayaan kelembagaan, aturan yang jelas, pembayaran yang dapat diandalkan, logistik yang dapat diprediksi, dan perjanjian yang tetap berlaku meskipun terjadi pergantian pejabat," jelasnya.

Baca Juga: Jadi Tamu Kehormatan Utama di EEF ke-11, Prabowo Gaungkan Filosofi Ekonomi Indonesia

Untuk memperkuat konektivitas perdagangan, Presiden Prabowo mengusulkan pembentukan jalur pelayaran langsung yang kompetitif antara Rusia dan Indonesia.

Ia menekankan pentingnya kepastian jadwal, biaya, asuransi, serta ketersediaan kargo untuk perjalanan dua arah.

"Saya percaya, dalam forum ini, kita dapat membangun pengiriman langsung yang kompetitif antara Vladivostok dan Indonesia. Dengan jadwal, biaya, asuransi, dan kargo yang dapat diprediksi di kedua arah," katanya.

Selain jalur laut, Presiden Prabowo juga mendorong pembukaan penerbangan langsung Indonesia-Rusia.

Menurutnya, konektivitas udara dapat memperkuat hubungan antarmasyarakat, sekaligus meningkatkan kunjungan antara kedua negara.

Baca Juga: Di Hadapan Putin, Presiden Prabowo Tegaskan Politik Luar Negeri Indonesia Tetap Nonblok

"Jalur penerbangan langsung akan membawa pengunjung Rusia ke Indonesia dan pengunjung Indonesia ke keindahan Timur Jauh Rusia. Kapal mengangkut barang, pesawat mengangkut persahabatan," ujarnya.

Presiden Prabowo mengatakan, kerja sama Indonesia-Rusia tidak hanya mencakup perdagangan barang.

Peluang kerja sama dapat diperluas ke sektor energi, ketahanan pangan, industrialisasi, antariksa, pendidikan tinggi, dan transportasi.

Di bidang pangan dan industri, Indonesia menawarkan kerja sama teknologi pertanian, benih unggul, peternakan, mekanisasi pertanian, pengolahan pangan, produksi pupuk, hingga hilirisasi berbagai produk, termasuk pangan, farmasi, furnitur, dan elektronik.

"Jadi, saya katakan langsung kepada perusahaan-perusahaan Rusia, datanglah ke Indonesia, bekerja sama dengan kami, berproduksi bersama kami, mari kita membangun industri bersama. Mari kita menciptakan nilai bersama," jelasnya.

Baca Juga: Makan Siang Bersama Putin, Prabowo Komitmen Tingkatkan Kerja Sama dengan Rusia

Presiden Prabowo juga mengajak perusahaan-perusahaan Rusia menjadikan Indonesia sebagai pintu masuk menuju pasar ASEAN dan Indo-Pasifik.

Untuk memperkuat investasi, ia menawarkan peran Danantara sebagai jembatan antara modal Indonesia dan Rusia.

Presiden Prabowo turut mendorong Danantara dan Russian Direct Investment Fund (RDIF) beralih dari tahap penjajakan menuju pembiayaan proyek yang layak secara bisnis.

"Danantara dan dana kekayaan negara Rusia, Russian Direct Investment Fund (RDIF), dapat beralih dari mengidentifikasi peluang ke membiayai proyek-proyek yang layak investasi," ujarnya.

Presiden Prabowo menegaskan setiap kesepakatan yang dihasilkan dalam forum tersebut harus memiliki target konkret, termasuk nilai proyek, skema pembiayaan, dan tahapan pelaksanaan.

Baca Juga: Dari Rival Menjadi Sekutu: Strategi Othello Prabowo

"Setiap perjanjian yang diumumkan harus mencantumkan nilai, pembiayaan, dan tahapan penyelesaiannya," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.