Akurat Logo

NADI JKN Bisa untuk Siapa Saja? Cek Syarat dan Kelompok yang Bisa Ikut

Nurma Nafisa Faradilla | 27 Agustus 2026, 10:30 WIB
NADI JKN Bisa untuk Siapa Saja? Cek Syarat dan Kelompok yang Bisa Ikut
Ilustrasi NADI JKN. - OpenAi

AKURAT.CO NADI JKN bisa untuk siapa saja? Pertanyaan ini muncul setelah program baru BPJS Kesehatan tersebut ramai diperbincangkan. NADI JKN atau Menabung Demi Iuran Jaminan Kesehatan Nasional merupakan inovasi yang membantu peserta menyiapkan pembayaran iuran JKN dengan cara menabung sedikit demi sedikit.

Program NADI JKN terutama ditujukan untuk peserta mandiri dan pekerja dengan penghasilan tidak tetap yang membutuhkan cara lebih fleksibel untuk menjaga pembayaran iuran tetap berjalan. Kelompok seperti pengemudi ojek online, petani, nelayan, hingga pelaku UMKM termasuk yang menjadi sasaran program berdasarkan skema yang disiapkan.

Baca Juga: Pemerintah Kebut PLTS 100 GWp, PLN Siapkan Infrastruktur dan Sistem Kelistrikan

Apa Itu NADI JKN?

NADI JKN merupakan singkatan dari Menabung Demi Iuran Jaminan Kesehatan Nasional. Program ini merupakan inovasi BPJS Kesehatan untuk membantu peserta menyiapkan dana pembayaran iuran JKN secara bertahap.

Konsepnya cukup sederhana. Peserta tidak perlu menunggu hingga waktu pembayaran iuran tiba untuk menyiapkan seluruh dana, tetapi dapat menabung sedikit demi sedikit sesuai mekanisme yang tersedia.

Program tersebut diharapkan dapat membantu peserta, khususnya mereka yang memiliki pendapatan tidak tetap, agar lebih mudah menjaga kepesertaan JKN tetap aktif.

BPJS Kesehatan sendiri mencatat jumlah peserta JKN mencapai lebih dari 284 juta orang hingga 30 Juni 2026. Dalam sistem kepesertaan JKN, pekerja bukan penerima upah atau PBPU termasuk kelompok peserta yang dapat mendaftarkan diri secara mandiri.

NADI JKN Bisa untuk Siapa Saja?

NADI JKN ditujukan terutama bagi peserta mandiri dan pekerja dengan penghasilan tidak tetap. Kelompok tersebut menjadi sasaran karena penghasilan mereka dapat berubah-ubah sehingga pembayaran iuran secara rutin terkadang menjadi tantangan.

Beberapa kelompok yang menjadi sasaran NADI JKN antara lain:

1. Pengemudi Ojek Online

Pengemudi ojek online atau ojol menjadi salah satu kelompok yang banyak dikaitkan dengan program NADI JKN.

Pekerjaan dengan pendapatan berdasarkan jumlah perjalanan atau pesanan membuat penghasilan harian pengemudi dapat berbeda. Melalui mekanisme menabung secara bertahap, peserta diharapkan dapat mengumpulkan dana untuk pembayaran iuran JKN.

2. Petani

Petani juga termasuk kelompok pekerja yang memiliki pola pendapatan tidak selalu sama setiap waktu. Penghasilan dapat bergantung pada masa panen, harga komoditas, dan kondisi produksi.

Karena itu, skema menabung secara bertahap dapat menjadi salah satu pendekatan untuk membantu menyiapkan pembayaran iuran JKN.

3. Nelayan

Nelayan menjadi kelompok pekerja informal lain yang dapat menjadi sasaran program NADI JKN.

Karakteristik penghasilan nelayan yang dipengaruhi hasil tangkapan dan kondisi cuaca membuat pola pemasukan tidak selalu tetap. Program menabung secara bertahap diharapkan dapat membantu pengelolaan dana untuk kebutuhan iuran JKN.

Baca Juga: Jalan Gatot Subroto Depan DPR Ditutup Hari Ini, Cek Rute Alternatif ke Slipi

4. Pelaku UMKM

Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah juga termasuk kelompok yang dapat menjadi sasaran NADI JKN, terutama mereka yang mengelola usaha secara mandiri dengan pemasukan yang tidak selalu sama setiap bulan.

Namun, keikutsertaan tetap mengikuti mekanisme dan ketentuan program yang berlaku.

Apakah Semua Peserta BPJS Bisa Ikut NADI JKN?

Tidak tepat jika NADI JKN disebut otomatis dapat diikuti seluruh peserta BPJS Kesehatan.

Program ini dirancang dengan sasaran tertentu, terutama peserta mandiri dan pekerja dengan pendapatan tidak tetap. Pelaksanaannya juga menggunakan skema kerja sama dengan mitra tertentu.

Karena itu, calon peserta perlu melihat ketentuan dan kanal yang tersedia sebelum mengikuti program.

Sebagai informasi, BPJS Kesehatan memang memiliki segmen Pekerja Bukan Penerima Upah atau PBPU, yaitu pekerja di luar hubungan kerja atau pekerja mandiri serta kelompok yang bukan penerima upah.

Bagaimana Cara Kerja NADI JKN?

NADI JKN menggunakan konsep menabung secara bertahap untuk membantu peserta menyiapkan pembayaran iuran JKN.

Berdasarkan bahan program, terdapat dua skema yang dapat digunakan, yaitu digital-kolektif dan konvensional-perorangan.

Skema Digital-Kolektif

Pada skema digital-kolektif, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan mitra platform digital atau transportasi daring.

Peserta dapat menabung dengan mekanisme harian atau mingguan melalui ekosistem mitra tersebut. Skema ini relevan bagi pekerja yang aktivitas dan pendapatannya banyak berlangsung melalui platform digital.

Skema Konvensional-Perorangan

Selain melalui platform digital, NADI JKN juga dapat dijalankan melalui jaringan masyarakat dan lembaga tertentu.

Dalam bahan program disebutkan adanya kerja sama dengan koperasi, BUMDes, maupun lembaga masyarakat. Melalui skema ini, peserta dapat menyiapkan dana iuran secara bertahap sesuai mekanisme yang berlaku.

Apa Tujuan NADI JKN?

Tujuan utama NADI JKN adalah membantu peserta menjaga pembayaran iuran JKN tetap berjalan.

Bagi pekerja dengan pendapatan tetap, menyisihkan uang untuk iuran setiap bulan mungkin lebih mudah dilakukan. Namun, kondisi berbeda dapat dialami pekerja informal yang memperoleh pendapatan secara harian, mingguan, atau berdasarkan hasil usaha.

Dengan mekanisme menabung bertahap, pembayaran iuran diharapkan menjadi lebih mudah dikelola.

Program ini juga berkaitan dengan upaya menjaga kesinambungan kepesertaan JKN. BPJS Kesehatan menyediakan berbagai kanal untuk mengecek status kepesertaan dan informasi tagihan, termasuk Care Center 165 dan layanan administrasi PANDAWA.

Baca Juga: Cara Daftar NADI JKN untuk Ojol, Nabung Iuran BPJS Kesehatan Mulai Rp7 Ribu per Hari

Apakah NADI JKN Sama dengan Cicilan BPJS?

NADI JKN lebih tepat dipahami sebagai mekanisme menabung untuk menyiapkan pembayaran iuran JKN secara bertahap.

Jadi, istilah “mencicil iuran” perlu dipahami sesuai mekanisme program. NADI JKN bukan berarti seluruh tunggakan peserta otomatis dapat dicicil dengan skema yang sama.

Peserta tetap perlu mengikuti ketentuan yang ditetapkan dalam pelaksanaan program dan memastikan status kepesertaannya melalui kanal resmi BPJS Kesehatan.

NADI JKN Punya Slogan Apa?

NADI JKN mengusung slogan:

“Setiap Denyut, Menjaga Kehidupan. Setiap Tabungan, Menjaga Perlindungan.”

Slogan tersebut menggambarkan tujuan program untuk mendorong peserta menyiapkan dana JKN secara bertahap sekaligus menjaga perlindungan kesehatan tetap berlanjut.

Bagaimana Cara Mengetahui Bisa Ikut NADI JKN?

Bagi masyarakat yang ingin mengikuti NADI JKN, langkah pertama adalah memastikan status kepesertaan dan melihat apakah terdapat mekanisme NADI JKN yang tersedia untuk kelompok atau wilayahnya.

Informasi kepesertaan JKN dapat diperoleh melalui kanal resmi BPJS Kesehatan. Situs BPJS Kesehatan juga menyediakan layanan untuk mengecek keaktifan peserta dan berbagai layanan administrasi.

Peserta juga dapat menghubungi Care Center 165 untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kepesertaan dan layanan JKN.

Baca Juga: PHR Operasikan EPF Libo, Dorong Optimalisasi Produksi Minyak di WK Rokan

FAQ

NADI JKN bisa untuk siapa saja?

NADI JKN terutama menyasar peserta mandiri dan pekerja dengan penghasilan tidak tetap, termasuk ojol, petani, nelayan, dan pelaku UMKM sesuai mekanisme program.

Apakah NADI JKN bisa untuk pekerja kantoran?

NADI JKN dirancang terutama untuk peserta mandiri dan pekerja dengan penghasilan tidak tetap. Pekerja kantoran yang sudah menjadi peserta melalui pemberi kerja perlu melihat ketentuan program yang berlaku.

Apa syarat ikut NADI JKN?

Syarat dan mekanisme mengikuti NADI JKN bergantung pada skema serta kelompok peserta yang dilayani. Masyarakat sebaiknya mengecek informasi terbaru melalui kanal resmi BPJS Kesehatan.

Apakah NADI JKN sama dengan cicilan BPJS?

Tidak persis. NADI JKN merupakan mekanisme menabung secara bertahap untuk membantu peserta menyiapkan pembayaran iuran JKN.

NADI JKN untuk ojol bagaimana cara ikutnya?

Pengemudi ojol termasuk kelompok yang menjadi sasaran NADI JKN melalui skema digital-kolektif. Mekanisme keikutsertaan mengikuti kerja sama BPJS Kesehatan dengan mitra platform yang tersedia.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.