Akurat Logo

Menteri Mukhtarudin Resmikan Program SMK Go Global, Tingkatkan Kapasitas Pekerja Migran Terampil dan Mendunia

Ayu Rachmaningtyas | 27 Agustus 2026, 06:03 WIB
Menteri Mukhtarudin Resmikan Program SMK Go Global, Tingkatkan Kapasitas Pekerja Migran Terampil dan Mendunia
Program SMK Go Global diharapkan mampu menjadi fondasi dalam mencetak pekerja migran Indonesia yang terampil. - Foto: Kementerian P2MI

AKURAT.CO Pemerintah menegaskan komitmennya dalam menyiapkan pekerja migran Indonesia yang terampil, kompeten, dan berdaya saing global. Salah satunya melalui Program SMK Go Global.

Hal itu disampaikan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin, dalam Kick Off SMK Go Global bertema "Tingkatkan Kapasitas Pekerja Migran Indonesia Terampil Mendunia" di Balai Diklat Industri (BDI), Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, program tersebut merupakan langkah strategis pemerintah untuk memanfaatkan momentum bonus demografi Indonesia. Sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja di berbagai negara yang tengah menghadapi fenomena aging population.

"SMK Go Global merupakan bentuk pelindungan dari hulu. Peserta dibekali kompetensi, bahasa, serta sertifikasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional, agar siap bekerja melalui jalur yang legal, aman, dan terlindungi," jelas Mukhtarudin.

Ia menuturkan, Indonesia saat ini berada dalam momentum penting dengan jumlah penduduk usia produktif yang besar. Di sisi lain, sejumlah negara di Eropa dan Asia justru menghadapi kekurangan tenaga kerja akibat penuaan populasi.

Baca Juga: Merespons Pidato Presiden Prabowo, Menteri Mukhtarudin Siap Tingkatkan Kualitas Pekerja Migran Indonesia

Kondisi tersebut menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk menempatkan tenaga kerja terampil ke pasar internasional melalui jalur resmi dan terlindungi.

"Pemerintah tetap memprioritaskan penyediaan lapangan kerja di dalam negeri. Tetapi bagi masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri, kita siapkan fasilitas dan aturan agar mereka dapat bekerja secara resmi, aman, dan terlindungi," ujar Mukhtarudin.

Program SMK Go Global juga menjadi bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 20 Oktober 2025, mengenai penyiapan 500.000 tenaga kerja terampil.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 300.000 peserta ditargetkan berasal dari lulusan SMK, sedangkan 200.000 lainnya berasal dari pendaftar umum, termasuk lulusan SMA, diploma, hingga sarjana.

Penyiapan 500.000 calon PMI dilakukan secara bertahap, yakni 40.000 orang pada 2026, 140.000 orang pada 2027, 180.000 orang pada 2028, dan 140.000 orang pada 2029.

Baca Juga: Pemerintah Luncurkan Asta Mandala SMK Go Global, Targetkan 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

Dalam hal ini, SMK Go Global tidak hanya mengejar jumlah peserta, tetapi memastikan keterampilan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan negara tujuan.

Program tersebut menggunakan pendekatan berbasis kebutuhan pasar atau demand-driven melalui pelatihan upskilling bagi calon Pekerja Migran yang telah memiliki dasar kompetensi.

"Yang kita siapkan bukan sekadar tenaga kerja untuk diberangkatkan, tetapi tenaga kerja yang memiliki kompetensi dan mampu memenuhi standar kebutuhan industri di negara tujuan," kata Mukhtarudin.

Kementerian P2MI menyiapkan 2.000 kelas pelatihan yang tersebar di 23 wilayah kerja BP3MI. Program tersebut ditargetkan menghasilkan 500.000 Pekerja Migran terampil secara bertahap hingga 2029.

Para peserta nantinya diproyeksikan mengisi peluang kerja di sejumlah negara tujuan strategis seperti Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Turki, Taiwan, Maladewa, serta kawasan Eropa.

Baca Juga: Kementerian P2MI Perkuat Kerja Sama Penempatan Pekerja Migran Berkualitas ke Portugal

Mukhtarudin optimistis SMK Go Global dapat menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun ekosistem penyiapan Pekerja Migran Indonesia yang lebih berkualitas.

"Harapan kita, mereka yang mengikuti program ini bukan hanya siap bekerja di luar negeri, tetapi juga mampu membawa nama baik Indonesia dan memberikan kontribusi bagi keluarga serta perekonomian nasional," pungkas Mukhtarudin.

Plt. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kementerian Perindustrian, Emmy Suryandari, menyatakan bahwa kolaborasi tersebut menjadi bentuk sinergi hulu hilir yang saling melengkapi. Untuk mentransformasi pekerja migran Indonesia menjadi tenaga kerja terampil dan berdaya saing.

"Kementerian Perindustrian berperan di sisi hulu untuk menyiapkan skill dan kompetensi teknis dari para pekerja serta memastikan tersedianya standar kualitas. Sementara itu, Kementerian P2MI berperan di sisi hilir membuka akses pasar kerja, menempatkan lulusan, dan memberikan payung perlindungan," ujarnya.

Untuk mendukung penyiapan calon pekerja migran, Kemenperin mengoptimalkan peran tujuh Balai Diklat Industri (BDI) yang tersebar di berbagai wilayah, yakni Jakarta, Medan, Padang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, dan Makassar.

Baca Juga: Ekonomi Gyeongnam Melambat, Penempatan Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan Masih Tertahan

Menurut Emmy, pembekalan calon PMI dalam Program SMK Go Global difokuskan pada tiga pilar utama, yakni pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi kompetensi, serta penguatan etos kerja.

Pelatihan berbasis kompetensi ditujukan untuk memastikan keterampilan teknis CPMI sesuai dengan standar dan kebutuhan industri global, sementara sertifikasi kompetensi menjadi bentuk pengakuan resmi terhadap kapasitas dan keterampilan yang dimiliki peserta.

Di sisi lain, penguatan etos kerja diarahkan untuk membentuk mentalitas, kedisiplinan, dan profesionalisme CPMI selama menjalankan tugas di luar negeri.

Emmy menegaskan kolaborasi antara Kemenperin dan Kementerian P2MI diharapkan dapat menciptakan job matching yang lebih efektif. Sekaligus meningkatkan nilai tawar dan daya saing pekerja migran di pasar kerja global.

Sinergi tersebut memperkuat mata rantai penyiapan tenaga kerja, dengan Kemenperin berperan pada sisi hulu melalui penguatan kompetensi. Sementara Kementerian P2MI membuka akses pasar kerja sekaligus memastikan aspek penempatan, pemberdayaan dan pelindungan terhadap Pekerja Migran Indonesia.

Baca Juga: Skill Test G-to-G Korsel Digelar, KP2MI Minta Calon Pekerja Migran Asah Skill dan Bahasa

"Dengan pendekatan tersebut, Program SMK Go Global diharapkan mampu menjadi fondasi dalam mencetak PMI yang terampil, profesional, dan mampu memenuhi kebutuhan industri global," tambah Emmy.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.