Siapa Agus Salim dalam Diplomasi Kemerdekaan? Peran Diplomat Ulung Memperjuangkan Pengakuan Indonesia

AKURAT.CO Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, perjuangan Indonesia belum selesai.
Republik yang baru berdiri harus menghadapi upaya Belanda untuk kembali menguasai Indonesia sekaligus berusaha mendapatkan pengakuan dari negara-negara lain.
Dalam perjuangan diplomasi tersebut, Haji Agus Salim menjadi salah satu tokoh yang memiliki peran penting.
Kemampuannya berbahasa, bernegosiasi, dan membangun hubungan internasional membuatnya dipercaya menjalankan berbagai misi diplomatik Republik Indonesia.
Lalu, siapa Agus Salim dalam diplomasi kemerdekaan Indonesia? Berikut peran pentingnya.
Siapa Haji Agus Salim?
Haji Agus Salim merupakan salah satu tokoh pergerakan nasional dan pendiri bangsa Indonesia. Sebelum kemerdekaan, ia aktif dalam Sarekat Islam dan kemudian terlibat dalam persiapan kemerdekaan sebagai anggota BPUPKI serta Panitia Sembilan.
Setelah Indonesia merdeka, kemampuan diplomatiknya membuat ia dipercaya menduduki sejumlah posisi dalam pemerintahan, termasuk Menteri Muda Luar Negeri dan Menteri Luar Negeri.
Peran Agus Salim dalam Diplomasi Kemerdekaan
Memperjuangkan Pengakuan Internasional
Salah satu tujuan utama diplomasi Agus Salim adalah meyakinkan negara-negara lain bahwa Indonesia merupakan negara yang layak merdeka dan berdaulat.
Upaya tersebut penting karena pengakuan internasional dapat memperkuat posisi Republik Indonesia dalam menghadapi Belanda.
Melakukan Diplomasi dengan Negara-Negara Arab
Pada 1947, Agus Salim memimpin misi diplomatik Indonesia ke sejumlah negara Arab.
Misi tersebut bertujuan mendapatkan dukungan terhadap kemerdekaan Indonesia. Hubungan dengan negara-negara Timur Tengah kemudian menjadi salah satu bagian penting dalam perjuangan diplomasi Indonesia.
Membawa Persoalan Indonesia ke PBB
Agus Salim juga berperan dalam perjuangan diplomasi di forum internasional.
Ia mendampingi Sutan Sjahrir dalam menghadapi persoalan Indonesia-Belanda di forum Dewan Keamanan PBB. Diplomasi tersebut dilakukan setelah Agresi Militer Belanda dan bertujuan memperoleh dukungan internasional bagi Indonesia.
Berperan dalam Perundingan Indonesia-Belanda
Agus Salim juga terlibat dalam berbagai proses perundingan dengan Belanda.
Dalam perundingan Linggarjati, ia berperan sebagai penasihat dan melakukan pendekatan diplomatik kepada pihak-pihak yang terlibat. Dalam Perundingan Renville, ia menjadi bagian dari delegasi Indonesia.
Baca Juga: 7 Artis Keturunan Pahlawan, Cucu Agus Salim hingga Cicit HOS Cokroaminoto
Mengapa Agus Salim Disebut Diplomat Ulung?
Kemampuan Agus Salim dalam berkomunikasi dan menguasai sejumlah bahasa menjadi salah satu kekuatannya dalam diplomasi.
Kemampuannya berargumentasi membuatnya mampu menjelaskan posisi Indonesia kepada pihak asing sekaligus membangun simpati terhadap perjuangan Republik. Karena kemampuannya tersebut, ia dikenal dengan julukan "The Grand Old Man."
Agus Salim dalam diplomasi kemerdekaan Indonesia memiliki peran penting dalam memperjuangkan pengakuan dunia terhadap Republik Indonesia.
Melalui perundingan, misi diplomatik ke Timur Tengah, dan forum internasional seperti PBB, ia membantu memperkuat posisi Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.
Perjuangannya menunjukkan bahwa mempertahankan kemerdekaan tidak hanya dilakukan melalui perjuangan bersenjata, tetapi juga melalui diplomasi dan kemampuan membangun dukungan internasional.
Fherenilla Anandianus (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan






