Perlinsos Digital Berpotensi Hemat Anggaran Negara hingga Triliunan Rupiah

AKURAT.CO Program digitalisasi perlindungan sosial (perlinsos) berpotensi menghemat anggaran negara hingga triliunan, bahkan puluhan triliun rupiah. Program digitalisasi ini dinilai akan meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran bantuan dan subsidi.
Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan uji coba Perlinsos Digital dirancang untuk memudahkan masyarakat mendaftarkan diri sekaligus menyampaikan sanggahan terkait bantuan sosial secara. Tahap awal program difokuskan pada Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
Digitalisasi tersebut ditujukan untuk mengurangi kesalahan data (inclusion error), yakni masuknya masyarakat yang tidak berhak sebagai penerima bantuan, serta kesalahan pendataan (exclusion error), yakni masyarakat yang sebenarnya berhak tetapi tidak mendapatkan bantuan.
Baca Juga: Perlinsos Digital Pangkas Proses Verifikasi Bansos dari 200 Hari Jadi 5 Menit
"Penerapan prinsip DPI dan penggunaan filter data yang lebih baik dalam program PKH dan BPNT berpotensi menghemat puluhan triliun rupiah anggaran pemerintah," ujar Qodari dalam konferensi pers di kantor Bakom RI, Jakarta, dikutip Kamis (20/8/2026).
Dia menjelaskan, potensi efisiensi akan semakin besar apabila sistem tersebut nantinya diterapkan pada berbagai program perlindungan sosial lainnya. Berdasarkan proyeksi Dewan Ekonomi Nasional pada 2024, penerapan digitalisasi pada berbagai program perlindungan sosial berpotensi menghasilkan efisiensi hingga Rp200 triliun.
"Apabila diterapkan pada berbagai program perlindungan sosial lainnya, potensi efisiensi diperkirakan mencapai Rp127 triliun hingga Rp200 triliun," jelasnya.
Uji coba Perlinsos Digital dilakukan oleh Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) bersama Kementerian Sosial. Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kehadiran negara, dalam memastikan bantuan sosial diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
"Infrastruktur digitalisasi perlindungan sosial melalui uji coba Perlinsos Digital untuk PKH dan BPNT juga diharapkan menjadi tonggak awal pengembangan digitalisasi pemerintah, khususnya dalam bidang perlindungan sosial di Indonesia," katanya.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat dapat melakukan pendaftaran dan menyampaikan sanggah secara lebih mudah. Mekanisme tersebut diharapkan membuat proses pemutakhiran data penerima bantuan menjadi lebih responsif terhadap kondisi masyarakat.
Uji coba Perlinsos Digital untuk PKH dan BPNT juga dipandang sebagai tahap awal pembangunan infrastruktur digital perlindungan sosial di Indonesia. Apabila berhasil, perlindungan sosial lainnya seperti subsidi bahan bakar minyak (BBM), subsidi listrik, subsidi gas, dan program bantuan lainnya nantinya juga akan berbasis digital.
"Apabila uji coba Perlinsos Digital terbukti mampu meningkatkan ketepatan sasaran bantuan sosial, framework digitalisasi perlindungan sosial tersebut diharapkan dapat dikembangkan untuk mendukung penyaluran berbagai subsidi pemerintah lainnya dalam beberapa tahun ke depan," pungkasnya.
Sejauh ini, uji coba Perlinsos Digital telah menjangkau sekitar 3,3 juta pendaftar di 43 kabupaten/kota dalam waktu kurang lebih satu bulan. Pemerintah selanjutnya akan memperluas cakupan uji coba tersebut secara bertahap hingga mencapai 153 kabupaten/kota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 7Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver






