Bagaimana Sejarah Lagu Indonesia Raya? dari Kongres Pemuda hingga Menjadi Lagu Kebangsaan

AKURAT.CO Setiap kali upacara bendera atau peringatan hari nasional berlangsung, masyarakat Indonesia menyanyikan Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan. Namun, lagu yang kini menjadi simbol persatuan tersebut memiliki perjalanan panjang sebelum resmi menjadi lagu kebangsaan Indonesia.
Lagu Indonesia Raya diciptakan oleh Wage Rudolf Soepratman, seorang wartawan sekaligus musisi yang aktif dalam pergerakan kebangsaan. Lagu tersebut pertama kali diperdengarkan di hadapan publik pada Kongres Pemuda II tahun 1928.
Baca Juga: Ford RMA Indonesia Rayakan 25 Tahun, Luncurkan Everest Edisi Terbatas di GJAW 2025
Lalu, bagaimana sejarah lagu Indonesia Raya hingga menjadi lagu kebangsaan Indonesia?
Siapa Pencipta Indonesia Raya?
Indonesia Raya diciptakan oleh Wage Rudolf Soepratman atau W.R. Soepratman.
Selain dikenal sebagai pencipta lagu, Soepratman bekerja sebagai wartawan dan mengikuti perkembangan pergerakan nasional. Ketertarikannya terhadap gagasan mengenai lagu kebangsaan kemudian mendorongnya menciptakan Indonesia Raya.
Awal Terciptanya Indonesia Raya
Gagasan menciptakan lagu kebangsaan muncul setelah Soepratman membaca tulisan di majalah Timbul yang mengajak komponis Indonesia membuat lagu kebangsaan.
Ia kemudian menggubah sebuah lagu yang pada perkembangannya dikenal sebagai Indonesia Raya.
Indonesia Raya Diperdengarkan pada Kongres Pemuda II
Momen penting terjadi pada 28 Oktober 1928, ketika Kongres Pemuda II berlangsung di Batavia.
Soepratman memperdengarkan lagu ciptaannya di hadapan peserta kongres dengan memainkan biola. Karena pertimbangan situasi politik dan kekhawatiran terhadap tindakan pemerintah kolonial, lagu tersebut saat itu dimainkan secara instrumental tanpa menyanyikan liriknya.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu momen penting dalam sejarah pergerakan nasional karena Indonesia Raya kemudian semakin dikenal sebagai simbol persatuan dan cita-cita kemerdekaan.
Indonesia Raya Mulai Menyebar
Setelah Kongres Pemuda II, lagu tersebut semakin dikenal di kalangan pergerakan nasional.
Naskah lagu kemudian dimuat di media massa sehingga dapat diketahui masyarakat di berbagai wilayah. Indonesia Raya juga mulai digunakan dalam kegiatan organisasi dan pertemuan pergerakan.
Perjalanan Menjadi Lagu Kebangsaan
Pada masa setelah kemerdekaan, Indonesia Raya ditetapkan sebagai lagu kebangsaan Indonesia.
Lagu tersebut kemudian menjadi salah satu simbol negara dan digunakan dalam berbagai kegiatan resmi. Sejak saat itu, Indonesia Raya tidak hanya menjadi karya musik, tetapi juga menjadi simbol persatuan dan identitas bangsa Indonesia.
Baca Juga: Demi Lagu Indonesia Raya, Timnas Sambo Tantang Dominasi Dunia
Mengapa Indonesia Raya Penting dalam Sejarah Kemerdekaan?
Indonesia Raya memiliki makna yang lebih luas daripada sebuah lagu.
Ketika pertama kali diperdengarkan pada 1928, lagu tersebut muncul di tengah gerakan yang sedang mendorong persatuan pemuda dari berbagai daerah. Karena itu, lagu Indonesia Raya kemudian melekat dengan semangat nasionalisme dan perjuangan menuju kemerdekaan.
Sejarah lagu Indonesia Raya tidak dapat dipisahkan dari perjalanan pergerakan nasional Indonesia.
Diciptakan oleh W.R. Soepratman dan pertama kali diperdengarkan pada Kongres Pemuda II tahun 1928, lagu ini berkembang menjadi simbol persatuan dan nasionalisme hingga akhirnya menjadi lagu kebangsaan Indonesia.
Fherenilla Anandianus (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







