TNI Bangun Fasilitas Pengairan untuk 100 Ribu Hektare Sawah, Bisa Panen Tiga Kali Setahun

AKURAT.CO TNI Angkatan Darat (TNI AD) telah dan akan terus membangun fasilitas pengairan untuk mendukung lahan pertanian seluas lebih dari 100 ribu hektare (ha). Fasilitas tersebut diharapkan membuat lahan pertanian yang sebelumnya sangat bergantung pada hujan, kini bisa menghasilkan panen hingga tiga kali dalam setahun.
Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, mengatakan TNI AD telah membangun fasilitas pengairan pertanian di 1.703 titik sebagai bagian dari program Manunggal Air.
Lahan-lahan tersebut sebelumnya berada di daerah yang tidak memiliki ketersediaan air memadai, sehingga tidak dapat memiliki pola panen seperti lahan pertanian yang telah dilengkapi dengan sistem irigasi.
Namun seluruh fasilitas air tersebut telah mampu mengairi lahan tadah hujan seluas 83.150 ha, dan memberikan dampak signifikan bagi produktivitas pertanian setempat.
"Untuk air pertanian, kami sudah membuat untuk 83.150 hektare yang tadinya tadah hujan, sekarang mereka bisa tiga kali panen," ujar Maruli dalam acara peresmian 3.395 jembatan TNI/Polri dan 3.000 sumber air bersih TNI AD, Kamis (13/8/2026).
Pembangunan fasilitas irigasi tersebut masih akan terus diperluas. TNI AD kini sudah mulai mengerjakan pembangunan fasilitas air pertanian di 445 titik, dan ditargetkan dapat mengairi sekitar 16.970 ha lahan pertanian.
Dengan tambahan tersebut, total lahan yang mendapatkan dukungan pengairan pada tahun ini mencapai sekitar 100.120 hektare dan berpotensi meningkatkan produksi gabah nasional.
"Yang daerah tadah hujan 100.120 ha bisa menjadi tiga kali panen. Mudah-mudahan gabah bisa jadi 1,5 juta ton per tahun," jelasnya.
Baca Juga: Panglima TNI Bicara Hoaks yang Masif Jelang HUT RI
Selain mendukung pertanian, TNI AD juga mengerjakan pembangunan jaringan pipanisasi untuk memenuhi kebutuhan air di sejumlah wilayah yang sulit mendapatkan sumber air.
Salah satu jaringan pipanisasi terpanjang yang sedang dikerjakan berada di Pulau Bawean, Jawa Timur, dengan panjang mencapai 15 kilometer (km). Pembangunan jaringan dengan panjang serupa juga tengah dilakukan di Samosir, Sumatera Utara.
"Mudah-mudahan juga selesai dalam waktu di akhir tahun ini," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 3Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 4Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Malam Ini!
- 5Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 6Dinyatakan Bersalah di Mayoritas 115 Pelanggaran, Berapa Gelar Man City yang Terancam Dicopot?
- 7Ramalan Shio Minggu Ini 28 September–4 Oktober 2026: Ada yang Makin Sibuk, Ada yang Butuh Me Time
- 8Sekjen PBB Guterres Desak Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Teheran Ajukan Proposal 7 Hari
- 9Prabowo Perkuat BPJS Kesehatan, Siapkan Tambahan Anggaran Rp20 Triliun
- 10Kejagung Amankan Mantan Sekjen Kementerian ESDM Tersangka Korupsi Nikel






