Pemerintah Percepat Realisasi Stimulus Ekonomi untuk Pertumbuhan 8 Persen

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan pemerintah akan melakukan akselerasi demi tercapainya pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen.
Hal tersebut dilakukan agar perekonomian nasional semakin kokoh di tengah kondisi ekonomi dunia yang bergejolak. Pemerintah juga mengajak pelaku usaha dan investor memanfaatkan momentum pertumbuhan ekonomi nasional, yang dinilai tetap solid di tengah ketidakpastian global.
Menurutnya, berbagai kebijakan fiskal, stimulus ekonomi, hingga perluasan investasi telah disiapkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 8 persen.
Baca Juga: Gibran Dorong Penguatan Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Cagar Budaya
Ekonomi Indonesia pada kuartal I-2026 tumbuh 5,61 persen, melampaui proyeksi sejumlah lembaga internasional dan berada di atas rata-rata negara ASEAN.
Kinerja tersebut didukung inflasi yang terkendali, permintaan domestik yang kuat, surplus neraca perdagangan, aktivitas manufaktur yang tetap ekspansif, serta cadangan devisa yang tinggi.
"Perekonomian Indonesia sudah dalam track yang positif. Untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, pada semester II-2026, Pemerintah meluncurkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun," ujar Airlangga kepada awak media di Jakarta, dikutip Minggu (12/7/2026).
Dia menambahkan, paket stimulus tersebut meliputi bantuan pangan, dukungan stabilisasi harga dan pasokan pangan bagi pelaku usaha tahu dan tempe, diskon transportasi, serta berbagai insentif untuk mendorong konsumsi masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui program magang nasional mulai Juli 2026, program vokasi, dan reskilling bagi sekitar 220 ribu lulusan sekolah menengah kejuruan.
Sementara itu, diplomasi perdagangan diperluas melalui berbagai perjanjian internasional, pembentukan financial center di Bali, serta pengembangan proyek energi hijau.
Baca Juga: Membangun Indonesia, Menghubungkan Dunia: Transformasi BNI dalam Babak Baru Ekonomi Global
Airlangga menilai, kondisi global saat ini justru menjadi peluang bagi dunia usaha untuk memperluas investasi karena harga barang modal lebih kompetitif.
"Dalam situasi seperti ini biasanya capital goods itu menjadi sangat kompetitif atau relatif murah. Kesempatan seperti ini tidak datang dua kali. Jadi bagi perusahaan yang ingin melakukan ekspansi ini waktu yang sangat tepat," tuturnya.
Optimisme serupa disampaikan juga oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Menurutnya, target pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat dicapai secara bertahap melalui penguatan ekspor, investasi, produktivitas nasional, serta sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini







