98 Persen Siswa Terbukti Mudah Memahami Pelajaran Berkat Papan Interaktif Digital

AKURAT.CO Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) atau smartboard dalam Program Digitalisasi Pembelajaran memberikan dampak positif terhadap proses belajar mengajar.
Hasil evaluasi menunjukkan sebanyak 98 persen siswa mengaku lebih memahami materi yang diajarkan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, dalam konferensi pers Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, pengadaan PID telah memberikan manfaat yang semakin terasa di ruang-ruang kelas.
Qodari mengutip hasil evaluasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terhadap pemanfaatan perangkat digitalisasi pembelajaran yang dilaksanakan pada Februari hingga Maret 2026.
Baca Juga: Smartboard Kiriman Prabowo Tiba di Distrik Okbibab, Bikin Pendidikan Pedalaman Rasa Kota Besar
Evaluasi tersebut melibatkan 241.689 siswa, 182.695 tenaga pendidik, dan 88.135 kepala sekolah sebagai responden, dengan hasil yang menunjukkan perubahan nyata dalam proses pembelajaran.
"Sebanyak 99,5 persen siswa menyatakan bahwa pembelajaran menggunakan PID jauh lebih menarik," katanya.
Dari sisi pemahaman materi, Qodari menjelaskan bahwa 98 persen siswa mengaku lebih memahami materi yang diajarkan, dengan rincian 55,4 persen murid merasa paham dan 42,6 persen lainnya merasa sangat paham.
"Dari sisi guru, mayoritas mulai beralih ke metode pembelajaran yang lebih interaktif dan variatif, serta melaporkan bahwa murid menjadi lebih aktif dan antusias di kelas," ujarnya.
Program Digitalisasi Pembelajaran sendiri terus menunjukkan perkembangan, dari tahap penyediaan perangkat menuju pemanfaatan teknologi secara nyata dalam proses pembelajaran.
Baca Juga: Prabowo Minta Smartboard di Sekolah Dijaga dan Dimanfaatkan dengan Baik: Ini Milik Rakyat
Program ini telah menjangkau ratusan ribu sekolah di seluruh Indonesia. Termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Ke depan, pemerintah akan terus memperkuat infrastruktur pendukung, pelatihan guru, serta pengembangan konten digital, demi memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas dan merata," jelas Qodari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 10Fahd A Rafiq Bersama Tujuh Tersangka OTT Summarecon Digiring ke Mobil Tahanan KPK







