Akurat Logo

Mensos Bantah Sekolah Rakyat Kekurangan Guru: Hanya Beberapa Titik yang Butuh Tambahan Guru

Putri Dinda Permata Sari | 17 Juni 2026, 21:45 WIB
Mensos Bantah Sekolah Rakyat Kekurangan Guru: Hanya Beberapa Titik yang Butuh Tambahan Guru
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, usai rapat dengan Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. (Akurat.co/Putri Dinda Permata Sari)

AKURAT.CO Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, membantah program Sekolah Rakyat menghadapi kendala kekurangan guru. Dia menjelaskan, hanya Sekolh Rakyat di beberapa lokasi yang membutuhkan tambahan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

"Bukan kekurangan guru. Ada beberapa titik yang memang kita masih memerlukan tambahan guru. Karena tentu seiring dengan proses pembelajaran di sana, kita memerlukan guru-guru tambahan dan juga tenaga kependidikan. Memang ada di beberapa titik yang kita masih kekurangan guru, tetapi selama ini masih bisa di-backup oleh guru-guru yang ada," kata Gus Ipul usai rapat dengan Komisi VIII DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Meski tidak merinci daerah yang dimaksud, dia menegaskan kebutuhan tambahan guru hanya terjadi di sejumlah titik dan tidak dialami seluruh Sekolah Rakyat.

Baca Juga: Bedah Rumah Orang Tua Siswa Sekolah Rakyat Dimulai, Tahap Pertama 10.000 Unit

"Di sejumlah titik ya. Tidak semuanya tapi di sejumlah titik. Tahun ini kita buka kesempatan lagi untuk rekrutmen guru lebih dari 5.000 lebih guru dan tenaga kependidikan yang kita buka kesempatan bagi yang memenuhi syarat untuk mengabdi di lingkungan Sekolah Rakyat," ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia, Kemensos terus melakukan konsolidasi dan pembenahan, termasuk memperkuat kapasitas tenaga pendidik guna mendukung perluasan program pada tahun ajaran berikutnya.

"Intinya bahwa kami terus konsolidasi, kami terus berbenah, kami terus memperkuat sumber daya manusia kami agar di dalam pelaksanaan tahun 2026-2027 dengan jumlah siswa yang jauh lebih banyak bisa tercukupi kebutuhan guru dan sumber daya manusia yang lainnya," jelasnya.

Baca Juga: Open House Sekolah Rakyat, Mensos Beri Gambaran Utuh Proses Pendidikan bagi Calon Siswa dan Orang Tua

Gus Ipul juga menyampaikan perkembangan pelaksanaan Sekolah Rakyat yang saat ini telah menampung lebih dari 15.000 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA pada tahun ajaran 2025-2026. Menurutnya, program tersebut menunjukkan sejumlah hasil positif, baik dari sisi kedisiplinan maupun kesehatan peserta didik.

Dia menambahkan, pola pendidikan berasrama selama 24 jam juga dinilai berdampak pada kondisi kesehatan siswa karena mendapatkan asupan gizi dan pola hidup yang lebih teratur.

"Dan yang penting mereka lebih bugar, lebih sehat karena mendapatkan gizi yang cukup dan pola hidup yang sehat. Saya kira itu. Karena ini pendidikannya adalah 24 jam,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.