Pemerintah Bentuk Tim Khusus Mina Optimalkan Perlindungan Jemaah Jelang Puncak Haji

AKURAT.CO Pemerintah membentuk Tim Khusus (Timsus) Mina mengoptimalkan layanan pelindungan serta pembinaan bagi jemaah haji, khususnya lansia dan yang sakit, menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) dan Pelindungan Jemaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, menjelaskan tim ini beranggotakan personel Pelindungan Jemaah (Linjam) yang berpengalaman karena telah bertugas minimal satu kali pada operasional haji sebelumnya.
"Rekan-rekan ini diberangkatkan pada 8 Dzulhijjah malam dan langsung menuju Mina tanpa melalui Arafah. Dengan skema ini, tenaga mereka dinilai masih fresh untuk langsung memberikan bantuan maksimal saat jemaah haji tiba," ujar Harun, Selasa (19/5/2026).
Baca Juga: Jelang Puncak Haji, Pemerintah Pakai Skema Makanan Siap Santap untuk Konsumsi Jemaah
Tugas pokok Timsus Mina meliputi pengawasan, penyambutan, serta pemantauan pergerakan jemaah haji yang baru tiba dari Muzdalifah menuju Jamrah Aqobah.
Selain itu, mereka juga bersiap menyambut jemaah haji yang mengambil skema murur atau melintas dari Arafah. Fase kedatangan di Mina merupakan waktu yang sangat krusial karena berpotensi memicu kepadatan dan kelelahan fisik yang tinggi.
Sementara itu, Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, berpesan kepada seluruh jemaah haji Indonesia agar menjaga kesehatan, mengatur tenaga, dan tidak memaksakan diri melakukan aktivitas yang dapat menguras fisik.
Baca Juga: Cegah Haji Ilegal, Pemerintah Harus Percepat Perpres Tata Kelola Keimigrasian
"Fase puncak haji sudah semakin dekat. Kami mengimbau seluruh jemaah untuk benar-benar menjaga kesehatan, memperbanyak istirahat, dan mengikuti arahan petugas. Fokus utama kita adalah memastikan jemaah dapat menjalani wukuf di Arafah dan seluruh rangkaian puncak haji dengan aman, tertib, dan lancar," katanya.
Dia juga memastikan pemerintah terus memperkuat pengawasan terhadap seluruh aspek layanan, mulai dari akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, bimbingan ibadah, hingga pelindungan jemaah.
"Semua petugas harus bergerak dalam satu komando. Pelayanan kepada jemaah, khususnya lansia dan jemaah risiko tinggi, harus cepat, responsif, dan tidak boleh berbelit. Kami akan mengawasi langsung agar seluruh layanan berjalan sesuai standar," kata dia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Harimau Siberia Tewaskan Pengunjung di Inggris, Berakhir Disuntik Mati?
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini








