Prabowo: Indonesia Kini Dihormati Dunia karena Tak Lagi Impor Beras dan Jagung

AKURAT.CO Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia semakin diperhitungkan dunia setelah berhasil mencapai swasembada pangan, khususnya pada komoditas strategis seperti beras dan jagung.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meninjau Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Gorontalo, Sabtu (9/5/2026).
Dalam sambutannya, Prabowo menyebut keberhasilan Indonesia memenuhi kebutuhan pangan nasional tanpa bergantung pada impor menjadi salah satu pencapaian penting pemerintah.
“Kita sekarang sangat dihormati karena sudah swasembada pangan, swasembada beras, swasembada jagung. Kita tidak perlu impor lagi pangan dari luar,” ujar Prabowo.
Berdasarkan data produksi pangan nasional, Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada tahun lalu setelah produksi nasional mencapai 34,71 juta ton atau melampaui kebutuhan domestik yang berada di kisaran 31 juta ton.
Kondisi tersebut membuat Indonesia tidak lagi mengimpor beras sepanjang 2025.
Selain beras dan jagung, pemerintah juga menargetkan kemandirian pada sejumlah komoditas pangan strategis lainnya.
Mengacu pada Proyeksi Neraca Pangan Juni 2026 dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), Indonesia diperkirakan mampu mencapai swasembada pada delapan komoditas utama, mulai dari gula konsumsi, cabai, bawang merah, hingga telur dan daging ayam.
Baca Juga: Prabowo Janji Perjuangkan Nasib Nelayan: Kalian Pertaruhkan Nyawa untuk Bangsa
Di sisi lain, Prabowo menilai tantangan berikutnya adalah memperkuat ketahanan protein nasional, terutama dari sektor perikanan dan kelautan.
Menurutnya, kebutuhan protein ikan dunia terus meningkat sehingga Indonesia harus mampu memaksimalkan potensi laut yang dimiliki.
Karena itu, pemerintah berencana melakukan investasi besar-besaran di sektor ekonomi biru atau blue economy untuk memperkuat industri perikanan nasional.
“Dunia sekarang sangat memerlukan protein ikan. Karena itu pemerintah yang saya pimpin akan besar-besaran mengembangkan sektor perikanan dan kelautan,” katanya.
Prabowo menegaskan penguatan sektor pangan dan kelautan tidak hanya bertujuan menjaga ketahanan nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan dan petani di berbagai daerah.
“Kita berada di jalan yang benar. Saya ingin rakyat kita sejahtera, nelayan kita sejahtera, dan bisa tersenyum setiap hari karena penghasilannya baik,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tolak Bertahan di KTM Demi Ducati, Pedro Acosta: Saya Ingin Kalahkan Marc Marquez dengan Senjata yang Sama!
- 2Seharusnya Denny Indrayana Paham Penjelasan Jokowi Soal Ijazah Gibran, Kecuali Ada Dorongan Politik
- 3Kalender Jawa 25 September 2026: Benarkah Jumat Kliwon Hari Baik untuk Menikah?
- 4Live Streaming Timnas Indonesia vs Singapura Malam Ini, Cek Jam Tayang dan Linknya
- 5Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 6Indonesia vs Singapura Hari Ini Jam Berapa? Cek Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026!
- 7Prediksi Skor Indonesia vs Singapura Hari Ini 25 September 2026, Cek Susunan Pemain!
- 8Ini Profil Hacker yang Bocorkan Data Skandal Pelanggaran Manchester City
- 9Kunjungi Pindad, Ketua MPR Dorong Penguatan Industri Pertahanan Nasional
- 10Prabowo Minta Mafia dan Kartel Haji Diberantas, Dorong Audit Forensik Keuangan









