Doa Lintas Spiritualitas di Gunung Padang, Kembalikan Kesadaran Manusia untuk Lestarikan Bumi

AKURAT.CO Di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan gejolak sosial, sebuah ikhtiar spiritual digelar di kawasan Gunung Padang, Jawa Barat, bertepatan dengan momentum peringatan Hari Bumi.
Kegiatan doa lintas spiritualitas ini diinisiasi Ketua Umum Forum Pemimpin Redaksi Media Siber Indonesia sekaligus Bendahara PWI DKI Jaya, Dar Edi Yoga. Doa dipusatkan di Teras 5 Gunung Padang, ruang hening yang sarat makna refleksi dan kesadaran, dengan melibatkan para bhiksu, insan pers, serta tokoh organisasi lintas komunitas.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum PWI Pusat Anrico Pasaribu, anggota Dewan Pakar PWI Pusat Raldy Doy, Wakil Sekjen WALUBI Romo Asun Gotama, jajaran pengurus PWI Pusat dan PWI DKI Jaya.
Baca Juga: Peringati Hari Bumi, Pertamina Tanam 3.000 Mangrove di Pulau Pramuka
Ada pula pengurus Forum Pemimpin Redaksi Media Siber Indonesia, penggiat alam bebas, serta anggota Hubungan Antar Agama dan Kemasyarakatan (HAAK) dan komunitas lingkungan hidup Gereja Katedral Jakarta.
Dar Edi Yoga menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan batin untuk mengembalikan kesadaran manusia terhadap bumi dan kehidupan.
"Kami tidak datang untuk meminta, tetapi untuk bersujud dalam syukur dan kesadaran. Bumi ini bukan untuk dieksploitasi tanpa batas, tetapi untuk dijaga. Ini adalah seruan tobat ekologis," ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Dia menilai, kerusakan alam yang berujung pada bencana tidak semata persoalan teknis, tetapi juga mencerminkan cara manusia memperlakukan bumi yang semakin menjauh dari nilai keseimbangan.
"Jika manusia lupa cara menghormati bumi, maka alam akan mengingatkan dengan caranya sendiri. Doa ini adalah ikhtiar agar Indonesia kembali menjadi negeri yang ramah, terhindar dari bencana dan gejolak," lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Sekjen WALUBI, Romo Asun Gotama, menekankan pentingnya dimensi spiritual dalam menjaga kelestarian alam. Menurutnya, kesadaran ekologis tidak bisa dilepaskan dari kesadaran batin manusia.
Baca Juga: Daftar Hari Penting 22 April 2026: Ada Hari Bumi dan DBD Nasional, Ini Maknanya
"Dalam ajaran Buddha, harmoni dengan alam adalah bagian dari praktik kebijaksanaan. Ketika manusia hidup dengan kesadaran, welas asih, dan tidak serakah, maka alam pun akan terjaga. Doa ini menjadi pengingat bahwa merawat bumi adalah bagian dari laku spiritual," ujarnya.
Ketua Harian Artha Graha Peduli (AGP), Kent Dixon, menambahkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama lintas iman dan elemen bangsa.
"Kepedulian terhadap lingkungan adalah tanggung jawab universal yang menyatukan kita semua. Dengan semangat gotong royong lintas iman, Artha Graha Peduli, satu hati untuk peduli, mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Bumi sebagai momentum mempererat kerukunan, menjaga harmoni antara manusia, Sang Pencipta, dan Ibu Pertiwi, serta memastikan warisan alam tetap lestari bagi generasi mendatang," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Cek Bansos Tahap 4 Oktober-Desember 2026, Begini Cara Cek Desil dan Status Penerima Pakai NIK
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah








