65,4 Persen Masyarakat Dukung Program MBG, Bantu Penuhi Gizi hingga Kurangi Beban Ekonomi

AKURAT.CO Dukungan publik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto menunjukkan tren yang cukup kuat. Hasil survei Cyrus Network mencata, mayoritas masyarakat Indonesia memberikan respons positif terhadap program tersebut.
Peneliti Ahli Cyrus Network, Syahril Ilhami, mengungkapkan bahwa tingkat dukungan publik mencapai 65,4 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak mendukung.
"Hasil survei menunjukkan 65,4 persen publik mendukung program MBG. Sementara itu, yang tidak mendukung sebesar 32,7 persen. Artinya, jumlah masyarakat yang mendukung jauh lebih besar," ujar Syahril dalam laporannya secara daring, Selasa (14/4/2026).
Baca Juga: Poltracking: MBG dan Kesehatan Gratis Kunci Tingkat Kepuasan Masyarakat atas Prabowo-Gibran
Temuan ini menegaskan bahwa program MBG tidak hanya dikenal luas, tetapi juga mendapat dukungan mayoritas masyarakat. Program ini pun menjadi salah satu kebijakan yang paling diperhatikan publik saat ini.
Survei tersebut juga menggambarkan dinamika persepsi masyarakat sejak program MBG diluncurkan pada awal 2025. Sebagian masyarakat tetap konsisten dalam sikapnya, sementara sebagian lainnya mengalami perubahan.
"Sebanyak 68,4 persen responden mengalami perubahan sikap, dengan rincian 17,2 persen meningkat menjadi mendukung dan 30,9 persen menurun. Sementara itu, 51,2 persen responden menyatakan sikapnya tetap," jelasnya.
Dari sisi alasan, mayoritas responden menilai program MBG memberikan manfaat langsung, terutama dalam pemenuhan gizi dan pengurangan beban ekonomi keluarga.
"Alasan utama dukungan adalah membantu pemenuhan gizi masyarakat sebesar 31,5 persen, mengurangi beban ekonomi keluarga 28,4 persen, serta mendukung kesehatan anak sekolah, balita, ibu menyusui, dan ibu hamil sebesar 23 persen," ungkapnya.
Baca Juga: Gaji MBG 2025: Rincian Lengkap dari Staf Dapur hingga Ahli Gizi, Berapa Sebenarnya?
Selain manfaat jangka pendek, sebagian responden juga menilai program ini memiliki dampak jangka panjang terhadap generasi muda dan mendukung petani atau UMKM lokal.
Dari empat aspek yang diuji dalam survei yakni ekonomi, kesehatan, pelaksanaan, dan dampak terhadap kecerdasan, mayoritas responden menunjukkan optimisme terhadap keberhasilan program MBG.
"Sebanyak 70,6 persen publik yakin program MBG dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Kemudian, 64,4 persen yakin program ini meningkatkan kesehatan, 61,2 persen yakin pelaksanaannya akan sesuai harapan dan menjangkau seluruh anak Indonesia, serta 60,8 persen yakin program ini dapat meningkatkan kecerdasan generasi penerus," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kalender Jawa 18 September 2026: Watak Weton Jumat Pon, Bijak dan Mudah Bergaul
- 8Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag






