Pemerintah Harus Sigap Lindungi Warga Pascagempa Sulut, Waspadai Tsunami dan Gempa Susulan

AKURAT.CO Ketua DPR RI, Puan Maharani, meminta seluruh kementerian dan lembaga bergerak cepat memastikan keselamatan warga, pascagempa bumi bermagnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan sekitarnya.
Dia menekankan pentingnya kesiapsiagaan aparat, termasuk tim pencarian dan pertolongan, mengingat gempa tersebut sempat memicu tsunami di beberapa titik.
"Semua instansi harus sigap memastikan keselamatan warga. Tim SAR juga harus terus menyisir wilayah-wilayah terdampak, apalagi sempat terjadi tsunami di beberapa titik akibat gempa," ujar Puan dalam keterangannya, Jumat (3/4/2026).
Baca Juga: PGE Pastikan PLTP Lahendong Tetap Stabil Pascagempa di Sulawesi Utara
Gempa terjadi di perairan Bitung, Sulawesi Utara, pada pukul 05.48 Wita dan dirasakan hingga wilayah Maluku Utara. Peristiwa tersebut dilaporkan menyebabkan satu korban jiwa akibat tertimpa reruntuhan bangunan.
Dia pun menyampaikan duka cita mendalam atas korban dalam bencana tersebut, serta meminta seluruh pihak mempercepat langkah penanganan di lapangan. "Keprihatinan dan dukacita mendalam kami sampaikan atas bencana gempa bumi di Sulawesi Utara dan sekitarnya yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa," katanya.
Dia juga mendorong pemerintah daerah segera menyiapkan titik evakuasi dan pengungsian, sekaligus memastikan distribusi bantuan berjalan optimal, terutama bagi kelompok rentan. Selain itu, Puan mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
"Tingkatkan kewaspadaan dan jangan terpengaruh oleh berita-berita yang tidak akurat. Pastikan memantau informasi dari sumber-sumber terpercaya, khususnya pemerintah," ujarnya.
Puan juga mengimbau warga untuk sementara menjauhi wilayah pesisir, serta segera menghubungi pihak berwenang apabila membutuhkan pertolongan.
Sebelumnya, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah perairan antara Sulawesi Utara dan Maluku Utara pada Kamis (2/4/2026) dini hari. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan gempa tersebut memicu tsunami berskala kecil di sejumlah wilayah pesisir.
Baca Juga: Gempa di Sulut dan Malut, Menko PMK Prioritaskan Penyelamatan Korban
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pusat gempa berada di lepas pantai Bitung dengan kedalaman 33 kilometer.
"BNPB telah menerima informasi adanya kenaikan muka air laut di beberapa tempat alat pengukuran pasang surut sepanjang pesisir timur Sulawesi Utara dan pesisir barat Maluku Utara," ujarnya dalam siaran YouTube BNPB, Kamis (2/4/2026).
Dia menjelaskan, ketinggian air yang terpantau berkisar antara 10 hingga 76 sentimeter, sehingga pihaknya memastikan telah terjadi tsunami minor.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dulu Minta Gibran Diganti, Kini Syahganda Bilang Sikapnya Berubah: Sekarang Saya di Pemerintahan
- 2Pengurus PCNU Serahkan Bukti dan Kembalikan Uang Risywah Muktamar ke KPK
- 3Jokowi Muncul di Kertanegara, Prabowo Pergi Tak Lama Setelah Pertemuan
- 4Daftar 26 Produk Indonesia yang Disebut Diboikot di Malaysia Usai FIFA ASEAN Cup 2026
- 5Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 6Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 7Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 8Di Balik Sukses Emil Audero di Final, Ada Rasa Cemas yang Dirasakan Sang Ayah
- 9Amankan Investasi di Indonesia, Prabowo Anggap Semua Investor Saudara
- 10Peluang Gibran di Pilpres 2029 Tetap Terbuka Lebar Meski Lawan Politik Terus Bermanuver








