Apa Itu El Nino Godzilla? Ini Penjelasan, Dampak, dan Ancamannya di Indonesia 2026

AKURAT.CO Istilah El Nino Godzilla belakangan ramai dibicarakan setelah muncul peringatan potensi kemarau ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.
Fenomena ini disebut-sebut lebih kuat dari El Nino biasa dan bisa memicu kekeringan panjang.
Lalu, apa itu El Nino Godzilla dan bagaimana dampaknya bagi masyarakat?
Apa Itu El Nino Godzilla?
El Nino Godzilla adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan fenomena El Niño dengan kekuatan sangat besar atau ekstrem.
Secara ilmiah, El Nino merupakan kondisi pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur.
Namun, ketika intensitasnya jauh lebih kuat dari biasanya, fenomena ini dijuluki “Godzilla” karena dampaknya yang masif dan merusak.
Baca Juga: Amran Taksir CBP Tembus 5 Juta Ton di April 2026, Kuat Hadapi El Nino Godzilla
Kenapa Disebut “Godzilla”?
Istilah “Godzilla” digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan kekuatan besar dan dampak luas dari fenomena ini, mirip seperti monster raksasa dalam budaya populer yang menyebabkan kehancuran besar.
Penyeb
ab Terjadinya El Nino
Fenomena El Nino terjadi akibat perubahan pola angin dan suhu laut di wilayah Pasifik. Kondisi ini menyebabkan:
Berkurangnya curah hujan di wilayah Indonesia
Peningkatan suhu udara
Musim kemarau menjadi lebih panjang
Ketika intensitasnya meningkat drastis, maka efeknya juga semakin besar dan ekstrem.
Dampak El Nino Godzilla di Indonesia
Fenomena El Nino Godzilla berpotensi memberikan dampak serius, terutama di wilayah seperti Jawa Timur yang sudah diprediksi terdampak kekeringan.
Baca Juga: BMKG Prediksi El Nino, PalmCo Perkuat Mitigasi Karhutla dan Produksi
Berikut dampak utamanya:
1. Kekeringan Ekstrem
Ratusan desa terancam mengalami krisis air bersih akibat minimnya hujan dalam waktu lama.
2. Krisis Air Bersih
Sumber air seperti sumur dan sungai bisa mengering sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan air.
3. Gagal Panen
Sektor pertanian sangat terdampak karena kekurangan air, yang bisa berujung pada penurunan produksi pangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Digempur Bertubi-tubi oleh Iran dan Kehabisan Amunisi, Tentara AS Tinggalkan Camp Buehring di Kuwait
- 2Setelah Timnas Indonesia yang Semakin 'Belanda' Juara, Masih Pantaskah Mempersoalkan Naturalisasi?
- 3Jadwal Persib Hari Ini vs Port FC, Cek Jam Tayang dan Live Streaming
- 4Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 5Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 6Bertarung di Korea Selatan Hingga Thailand, Klub Indonesia Tunjukkan Daya Saing di Asia
- 7John Herdman Terkejut dengan Standar Ekspektasi, Sebut Suporter Berharap Timnas Indonesia seperti Brasil
- 8Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 9Prabowo Dukung Mesir Amankan Hak Air di Sungai Nil: Indonesia Prihatin Atas Upaya Pelanggaran Hukum Internasional
- 10Prabowo dan El-Sisi Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan, Mesir Beri Tambahan Beasiswa untuk Mahasiswa Indonesia







