Zulhas: Gejolak Konflik Dunia Bisa Hantam Indonesia, Persatuan Nasional Jadi Kunci

AKURAT.CO Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menilai, perkembangan geopolitik dunia saat ini berpotensi menimbulkan dampak luas bagi berbagai negara, termasuk Indonesia.
Menurutnya, konflik yang terjadi di sejumlah kawasan dunia dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global, khususnya pada sektor energi dan pangan.
“Serangan gabungan Amerika dan Israel terhadap Iran tentu akan memengaruhi dan memberikan dampak luas. Walaupun kita jauh, dampaknya tetap bisa dirasakan berbagai negara, termasuk Indonesia,” kata Zulhas saat menghadiri acara buka puasa bersama DPP PAN di Jakarta Selatan, Jumat (6/3/2026) malam.
Zulhas mengatakan saat ini dunia tengah dihadapkan pada berbagai konflik yang terjadi secara bersamaan, mulai dari perang Rusia-Ukraina hingga ketegangan di kawasan Asia dan Timur Tengah.
“Pakistan-Afghanistan konflik, Thailand dan Kamboja, belum selesai Rusia-Ukraina, ditambah lagi yang paling berat ini gabungan Amerika-Israel dan Iran yang akan memberikan dampak sangat besar,” ujarnya.
Baca Juga: Jelang Idulfitri, Gibran Ingatkan Pemda Jaga Pasokan dan Stabilitas Harga Pangan
Ia menjelaskan, Indonesia masih memiliki ketergantungan terhadap kawasan Timur Tengah, terutama dalam distribusi logistik pangan dan energi.
“Karena sebagian distribusi kita masih tergantung pada Timur Tengah, baik untuk logistik pangan maupun energi,” jelasnya.
Karena itu, Zulhas menilai stabilitas nasional serta persatuan menjadi faktor penting agar Indonesia mampu menghadapi ketidakpastian global.
“Oleh karena itu, yang pertama kita perlu stabilitas dan persatuan untuk menghadapi dunia yang tidak menentu,” katanya.
Ia juga menyatakan dukungan terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang berupaya berperan dalam menjaga ketertiban dunia, termasuk menjembatani berbagai konflik internasional.
“Bapak Presiden mencoba, bahkan sudah mendapat dukungan dari Pakistan untuk menengahi dan menjembatani. Walaupun peluangnya mungkin tidak besar, tapi kita tetap mencoba melakukan sesuatu,” tutup Zulhas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Tiba di Jakarta, Ryan Giggs Terkesan 'Kehebohan' Penggemar Sejak di Bandara
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan








