Akurat

Prabowo: Indonesia Tidak Takut Akan Perbedaan, Persatuan Bukan Hanya Slogan

Moehamad Dheny Permana | 28 Februari 2026, 23:00 WIB
Prabowo: Indonesia Tidak Takut Akan Perbedaan, Persatuan Bukan Hanya Slogan
Presiden Prabowo Subianto saat menyampaikan pesan melalui video dalam perayaan Imlek nasional. (Youtube Setpres)

AKURAT.CO Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang tidak takut akan perbedaan. Bahkan, perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan bagi Indonesia.

"Saudara-saudara sekalian, Indonesia adalah bangsa besar. Bangsa besar tidak takut pada perbedaan, bangsa besar justru merawat perbedaan sebagai kekuatan," kata Prabowo, dalam puncak perayaan Imlek nasional bertajuk 'Harmoni Imlek Nusantara' di Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (28/2/2026).

Dia mengatakan, penyelenggaraan Imlek Festival 2026 yang berlangsung di berbagai kota ini semakin mempertegas bahwa persatuan Indonesia bukan hanya slogan.

Baca Juga: Prabowo Puji Perayaan Imlek di Bulan Ramadan: Ini Wajah Asli Indonesia, Berbeda Tapi Satu Tujuan

Sebagaimana diketahui, Imlek Festival 2026 digelar di Medan, Palembang, Batam, Bogor, Semarang, Solo, Surabaya, Pontianak, Singkawang, Makassar dan Manado.

"Harmoni ini hidup di seluruh Nusantara Ini bukti bahwa Persatuan Indonesia bukan hanya slogan, Persatuan Indonesia adalah kenyataan, Harmoni Imlek Nusantara adalah simbol bahwa masa depan bangsa ini dibangun oleh kebersamaan oleh kerja keras oleh persatuan dan keberanian, untuk berdiri sebagai satu bangsa," ujarnya.

Prabowo pun mengajak semua pihak untuk menyongsong tahun baru ini dengan optimisme, keberanian dan tekad untuk membawa Indonesia menjadi bangsa yang adil, makmur serta bermartabat.

"Saya berharap tahun baru Kuda Api ini membawa keberkahan, kesehatan, kedamaian dan harapan baru bagi kita semua," ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.