Tinjau SRMP 1 Deli Serdang, Gibran Minta Fasilitas Sekolah Rakyat Ditingkatkan

AKURAT.CO Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 1 Deli Serdang. Dalam kunjungannya, dia memastikan Sekolah Rakyat hadir sebagai ruang belajar inklusif bagi anak-anak, sekaligus berpihak pada keluarga berpenghasilan rendah.
"Kami berharap agar ke depan pengembangan Sekolah Rakyat tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas kurikulum, tetapi juga pada kesiapan bangunan fisik yang representatif, sehingga mampu menyediakan fasilitas terbaik bagi anak-anak," kata Gibran, Kamis (28/08/2025).
Sebagaimana diketahui, program Sekolah Rakyat yang diluncurkan secara nasional ini tidak hanya dilaksanakan di Pulau Jawa, tetapi juga di berbagai provinsi lainnya di Indonesia, termasuk Sumatera Utara.
Baca Juga: KSP: Sekolah Rakyat Mampu Ubah Masa Depan Masyarakat Kecil
Dalam tinjauannya, dia tidak hanya melihat penyelenggaraan pembelajaran, tetapi juga berinteraksi dengan para peserta didik. Para murid terlihat sangat antusias saat didatangi oleh Wapres, dan menceritakan pengalaman mereka bersekolah di SRMP 1 Deli Serdang.
"Senang, bisa ngobrol langsung dengan Wapres. Tadi saya ditanya sudah dapat sepatu dari sekolah apa belum," ungkap Epan salah seorang siswa kelas 7.
Sementara itu, Tegar, murid kelas 7 lainnya, mengungkapkan perasaannya bersekolah di Sekolah Rakyat. Menurutnya, lingkungan sekolah membuat dirinya lebih teratur dan disiplin.
"Kegiatan saya di sini lebih teratur, disiplin, terus bisa bangun cepat, sholat, mandi cepat, dan fasilitasnya bagus. Cita-cita saya menjadi polisi, semoga dengan bersekolah disini, cita-cita saya bisa tercapai," harapnya.
Kepala SRMP 1, Reni Lasmaria Sinaga, menyampaikan kunjungan Wapres memberikan arahan agar dilakukan perbaikan dan peningkatan fasilitas sekolah, khususnya ruang kelas. Dia juga menuturkan bahwa Wapres merasa bangga terhadap semangat belajar anak-anak Sekolah Rakyat.
Baca Juga: Kesuksesan Sekolah Rakyat Harus Ditopang Gotong Royong Bangsa
"Tadi Wapres bilang supaya membenahi revitalisasi (prasarana oleh) PU untuk benahi kelas ya. Bapak juga bercerita, bangga sama anak-anak sekolah rakyat," ungkapnya.
Pihaknya menerapkan strategi untuk membangun kedekatan interpersonal antara wali asuh dan murid, sekaligus menciptakan suasana belajar yang hangat dan penuh kekeluargaan bagi anak-anak.
"Awal-awalnya luar biasa ya perjuangan kita ya untuk membuat orang tua anak percaya kepada Sekolah Rakyat. Kita ada program cerita bersama satu jam. Jadi jam 4 itu setiap wali asuh itu menyambut mereka di depan pintu kamar masing-masing seperti orang tua nyambut anaknya pulang gitu," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 5Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 8Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








