Akurat Logo

Generasi Muda Harus Berani Lawan Perundungan dan Kekerasan Seksual di Kampus

Ahada Ramadhana | 27 Agustus 2025, 07:04 WIB
Generasi Muda Harus Berani Lawan Perundungan dan Kekerasan Seksual di Kampus

AKURAT.CO Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyerukan generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk berani melawan berbagai bentuk kekerasan, mulai dari fisik, verbal, perundungan, hingga kekerasan seksual yang masih sering terjadi di lingkungan kampus.

Arifah menekankan pentingnya keberanian mahasiswa untuk melaporkan kasus-kasus kekerasan yang dialami maupun disaksikan.

Menurutnya, pencegahan dan penanganan kekerasan membutuhkan komitmen bersama, mulai dari perguruan tinggi, pemerintah, keluarga, hingga masyarakat.

“Saya mengajak seluruh pimpinan perguruan tinggi, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa untuk membangun budaya kampus yang berlandaskan penghormatan pada harkat dan martabat manusia serta nilai kesetaraan,” ujar Arifah, Rabu (27/8/2025).

Ia juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan masa studi sebagai periode strategis dalam membentuk karakter, kapasitas, dan kepemimpinan generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045.

“Kalian adalah fondasi Indonesia 20 tahun mendatang. Ambil ilmu sebanyak-banyaknya, saling mendukung, dan jadilah pelopor generasi emas,” tegasnya.

Baca Juga: Terbongkar! Inilah Dugaan Isi Gugatan Cerai Pratama Arhan dengan Azizah Salsha yang Viral di Media Sosial

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama Nasaruddin Umar turut memberikan motivasi bagi mahasiswa baru UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ia menekankan bahwa mahasiswa dituntut tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu hidup di tengah masyarakat yang plural.

Melalui Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), mahasiswa dilatih berorganisasi, mengasah kepemimpinan, membangun integritas, serta memupuk tanggung jawab sosial.

“Jadikan PBAK sebagai awal perjalanan penuh semangat dan cita-cita besar. Mari kita jaga persaudaraan, hormati perbedaan, dan bersama membangun Indonesia berperadaban,” kata Nasaruddin.

Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, menambahkan bahwa perguruan tinggi adalah gerbang penting dalam membentuk cara berpikir kritis, memperkaya pengetahuan, dan menempa karakter.

Pada tahun ajaran 2025, sebanyak 9.117 mahasiswa baru diterima di 12 fakultas dan 84 program studi.

“Masa depan Indonesia ada di tangan kalian. Jaga akhlak, jaga perilaku, bangun pertemanan berdasarkan kemanusiaan, cinta, dan kasih sayang. Jangan bedakan suku, agama, golongan, maupun jenis kelamin. Yang membedakan hanyalah kebaikan yang kalian lakukan,” pesannya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.