Bonus Demografi Harus Dioptimalkan Lewat Lapangan Kerja dan Penanganan Stunting

AKURAT.CO Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menekankan pentingnya optimalisasi bonus demografi dengan membuka lapangan kerja yang sesuai bagi penduduk usia produktif.
“Tantangan utama adalah memastikan bahwa penduduk usia produktif memiliki pekerjaan yang sesuai dengan keterampilan mereka,” ujar Wihaji, Sabtu (5/7/2025).
Dalam paparannya, ia mengibaratkan pembangunan sumber daya manusia sebagai proses menambang emas, di mana Lemhannas menjadi ‘lokasi tambang’ yang membentuk generasi unggul bangsa.
Menurut Wihaji, salah satu pendekatan strategis dalam menyambut bonus demografi adalah dengan menerapkan Indikator Pembangunan Berwawasan Kependudukan (IPBK) di daerah.
IPBK dinilai menjadi fondasi penting untuk merancang kebijakan kependudukan yang terintegrasi dengan pembangunan.
“Tri Gatra menjadi elemen utama dalam IPBK, mencakup penduduk, sumber daya alam, dan geografis. Sementara Panca Gatra—ideologi, politik, sosial budaya, ekonomi, dan pertahanan keamanan—juga harus diperkuat melalui data dan analisis kependudukan,” paparnya.
IPBK, lanjutnya, mendukung pembangunan berbasis ideologi Pancasila sekaligus menjadi instrumen untuk menjaga stabilitas pertahanan nasional melalui analisis mobilitas penduduk, ketimpangan wilayah, hingga keamanan informasi.
Baca Juga: Datang ke Indonesia, Oxford United Berkomitmen Bantu Sepak Bola Nasional
Selain bonus demografi, Menteri Wihaji menyoroti pentingnya penanganan stunting, terutama di wilayah-wilayah dengan prevalensi tinggi seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua.
“Isu stunting adalah masalah kompleks yang tidak bisa diselesaikan oleh satu kementerian saja. Dibutuhkan kerja sama lintas sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial,” tegasnya.
Ia mengusulkan program baru seperti kartu lansia untuk menjamin kesejahteraan warga lanjut usia dan sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam pembangunan kependudukan.
Untuk memperkuat arah kebijakan ke depan, pemerintah telah menyiapkan Desain Besar Pembangunan Kependudukan (DBPK) untuk jangka waktu 20 tahun.
DBPK ini akan dioperasionalisasikan melalui Peta Jalan Pembangunan Kependudukan lima tahunan, dengan rencana aksi per tahun.
“Kami di Kemendukbangga/BKKBN bertanggung jawab memastikan pembangunan keluarga yang berkualitas dan kependudukan yang berfokus pada manusia,” tutup Wihaji.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 6Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 7Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T
- 10KPK Tetapkan Lima Tersangka OTT BNPB, Adik hingga Orang Kepercayaan Suharyanto Terjerat








