GYS Luncurkan Baja Tahan Gempa PLUS, Bisa Hemat Biaya Konstruksi hingga 20 Persen

AKURAT.CO Garuda Yamato Steel (GYS), pelopor industri baja di Indonesia, meluncurkan produk terbaru mereka, Baja Tahan Gempa PLUS atau High Tensile Steel yang memiliki kekuatan tinggi.
Sejak 2024, GYS telah dikenal sebagai pelopor dalam industri baja Indonesia dengan memperkenalkan baja tahan gempa (seismic grade) berbasis teknologi Jepang.
Seiring berkembangnya kebutuhan konstruksi modern, GYS menghadirkan solusi melalui produk Baja Tahan Gempa PLUS, yang dirancang untuk memberikan keamanan yang lebih baik dan efisiensi biaya dalam pembangunan infrastruktur.
Baca Juga: Gathering ISSEI 2024 Perkuat Ekosistem Industri Baja
Baja Tahan Gempa Berkekuatan Tinggi dari GYS, merupakan terobosan terbaru dalam industri baja domestik. Baja ini memiliki titik hasil (yield strength) 345 MPa, yang 40 persen lebih kuat dibandingkan dengan H-beams standar yang umumnya beredar di pasar Indonesia yang memiliki titik hasil 245 MPa.
Dengan kekuatan tinggi ini, Baja Tahan Gempa PLUS dapat meningkatkan ketahanan seismik dan keselamatan struktural bangunan, sekaligus mengurangi penggunaan baja, sehingga berpotensi menghemat biaya konstruksi hingga 20 persen.
"Baja Tahan Gempa PLUS ini tidak hanya memberikan ketahanan seismik yang lebih baik, tetapi juga mengarah pada penghematan biaya yang signifikan dalam pembangunan, dengan memastikan proyek dapat diselesaikan tepat waktu," oleh Direktur Utama GYS, Tony Taniwan, dalam keterangannya, Jumat (7/3/2025).
Inovasi ini memenuhi Standar Industri Jepang (JIS), untuk JIS SN490B dan standar ASTM untuk ASTM A572 Gr.50. Menjadikannya pilihan unggul untuk konstruksi di Indonesia yang rawan gempa.
Selain itu, GYS berkomitmen pada keberlanjutan lingkungan, dengan menggunakan baja yang diproduksi dari limbah baja daur ulang dan teknologi Electric Arc Furnace (EAF) yang rendah emisi.
"Inisiatif ini adalah bagian dari komitmen kami untuk melindungi komunitas Indonesia dari risiko gempa, sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dengan infrastruktur yang lebih tangguh," tambahnya.
Baca Juga: Berharap Lolos dari Tarif Impor Baja dan Aluminium, Australia Siap Lobi AS
Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan, GYS juga mengumumkan kemitraannya dengan iForte Energi Nusantara, sebuah perusahaan panel surya lokal, untuk memasang sistem tenaga surya atap dengan kapasitas puncak 6.506 kilowatt (kWp) di pabrik Cikarang mereka.
Langkah ini menegaskan dedikasi GYS terhadap solusi energi hijau dan memperkuat kontribusinya terhadap industri baja yang bertanggung jawab.
Dengan peluncuran Baja Tahan Gempa PLUS, GYS berharap dapat terus memainkan peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang tangguh di Indonesia, memberikan solusi konstruksi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 9KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini
- 10Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi






