Tak Ada Toleransi, Prabowo Peringatkan Korupsi Harus Segera Dihentikan

AKURAT.CO Dalam puncak peringatan Hari Guru Nasional 2024, Presiden RI, Prabowo Subianto, mengingatkan bahwa segala macam bentuk korupsi di Indonesia harus dihentikan.
"Saya memberi peringatan bahwa korupsi harus berhenti di Republik Indonesia," tegas Prabowo dengan suara keras, Jakarta, Kamis (28/11/2024).
Dia juga menegaskan, tidak akan ada toleransi bagi jajaran pemerintahan yang melakukan korupsi selama masa kepemimpinannya.
"Kabinet Merah Putih, pemerintah yang saya pimpin, tidak akan ada toleransi pada korupsi dan pencurian serta penyelewengan. Berhenti! Berhenti! Berhenti!" seru Prabowo.
Baca Juga: Para Guru Bersorak Saat Prabowo Umumkan Kenaikan Gaji dan Tunjangan Guru di 2025
Menurutnya, kebocoran dari korupsi, judi daring, penyelundupan, segala macam manipulasi, penipuan, dan praktik curang telah mengakibatkan kekayaan nasional banyak yang hilang dan rakyat tidak bisa menikmatinya. Untuk itu, pihaknya bertekad memperbaiki hal tersebut.
"Saya sudah melihat angka-angkanya, dan saya sudah bekerja keras dengan para menteri. Kita punya strategi, dan saya yakini kita bisa memperbaiki hal ini," tuturnya.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan dukungan penuh terhadap komitmen pemerintah dalam memperkuat upaya pemberantasan korupsi, seperti yang tercantum dalam visi dan misi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam visi dan misinya, Prabowo dan Gibran menekankan reformasi politik, hukum, dan birokrasi serta penanganan korupsi dan narkoba sebagai prioritas utama. Pemberantasan korupsi disebut sebagai salah satu dari 17 program prioritas Presiden dan Wakil Presiden terpilih.
KPK menyambut baik rencana penguatan sistem pendanaan dan pembiayaan politik yang lebih independen dan transparan. Langkah ini sejalan dengan agenda reformasi politik yang diusung oleh Prabowo dan Gibran, yang bertujuan menciptakan iklim politik yang lebih bersih dan terbebas dari praktik koruptif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ancaman Denny Indrayana ke Presiden Prabowo Bentuk Penghinaan pada Mandat Rakyat
- 2Tujuh Dekade Asuransi Astra Menjaga Asa: Merajut Kemandirian Ekonomi UMKM, Perempuan, hingga Penyandang Disabilitas
- 3Memutus Mata Rantai Kejahatan Keuangan Digital: Upaya OJK Melindungi Masyarakat dari Jerat Judi Online
- 4Ina Liem Kini Setuju Gibran Mundur dari Wapres, Alasannya Bikin Heboh
- 5Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 6Tak Tergilas Disrupsi, Tak Terjebak Perang Harga: Rahasia Bluebird Menjaga Takhta di Industri Transportasi Dalam Negeri
- 7Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 8Moto3 GP Malaysia: Hiroshi Aoyama Puji Kecerdikan Veda Ega Pratama Taklukkan Suhu Lintasan Sepang
- 9Harga Cabai Berangsur Turun Awal November
- 10Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia








