AKURAT.CO Kementerian PUPR akan melelang operasional dan pemeliharaan Jalan Tol Akses Ibu Kota Nusantara (IKN).
"Untuk operasionalnya nanti dilelang," kata Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono, di Jakarta, Kamis (20/6/2024).
Dia mengatakan bahwa jalan tol IKN dilelang untuk kegiatan operasional dan pemeliharaan tol tersebut.
"Seperti jalan-jalan tol kita. Misalnya jalan Tol Patimban, itu dibangun murah dengan menggunakan dana APBN," jelas Basuki.
Baca Juga: Wapres: Cabut Bansos jika Digunakan untuk Judi
Jembatan Suramadu saat menjadi tol juga dibuat menggunakan dana APBN, sehingga untuk pemeliharaan dan operasionalnya menggunakan mekanisme lelang.
Pemerintah kemudian memutuskan Jembatan Suramadu menjadi jembatan non-tol pada 2018.
"Ini sama saja. Jadi hanya untuk operasi dan pemeliharaannya saja, supaya bisa dipelihara serta dioperasikan," kata Basuki.
Ia menambahkan, lelang jalan Tol Akses IKN akan dilakukan jika pembangunan konstruksi sudah selesai.
Jalan Tol IKN dapat mempersingkat jarak tempuh dari Balikpapan menuju Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, yang semula apabila melewati Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam) dan Lintas Sepaku membutuhkan waktu sekitar 2 jam 15 menit dengan jarak 95 kilometer, menjadi hanya sekitar 45 menit dengan jarak 57 kilometer.
Jaringan jalan tol ini menghubungkan Kota Balikpapan dengan KIPP IKN di Penajam Paser Utara, utamanya melintasi jalan Tol IKN dan Jembatan Pulau Balang.
Kementerian PUPR menargetkan tahap pertama jalan tol menuju IKN di Kalimantan Timur selesai pada Juli 2024.
Baca Juga: Virgoun Ditangkap karena Narkoba, Inara Rusli: Enggak Mau Komentar
Untuk tahap kesatu, pembangunan Jalan Tol IKN saat ini sudah berjalan pada tiga seksi, yakni Seksi 3A Karangjoang-KKT Kariangau sepanjang 13,4 kilometer dengan progres 48 persen, Seksi 3B KKT Kariangau-Simpang Tempadung 7,3 kilometer dengan progres 57 persen, dan Seksi 5A Simpang Tempadung-Jembatan Pulau Balang 6,7 kilometer dengan progres 67 persen.
Ketiga seksi ini ditargetkan rampung dan fungsional pada Juli 2024.
Untuk Seksi 6A Riko-Rencana Outer Ring Road IKN dan Seksi 6B Rencana Outer Ring Road-Simpang 3 ITCI saat ini juga sudah dimulai pengadaan tanah dan konstruksinya dengan progres 4,8 persen pada Seksi 6A dan 17,5 persen di Seksi 6B.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Belajar dari Jepang, Erick Thohir Ingin Timnas Indonesia Punya Dua Skuad Berkualitas
- 3Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 4Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 5Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 6Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 7Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 8Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 9Usut Korupsi BNPB, KPK Endus Keterlibatan Perusahaan Keluarga dan Orang Kepercayaan Suharyanto
- 10BGN Resmikan 980 Dapur MBG untuk Wilayah 3T







