Pemimpin Redaksi Akurat.co Paparkan Inovasi dalam Jurnalisme di Depan Mahasiswa Universitas Moestopo

AKURAT.CO Pemimpin Redaksi Akurat.co, Aldi Gultom, memaparkan inovasi-inovasi dalam dunia jurnalisme di depan mahasiswa Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama, Kamis (4/4/2024).
Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pemateri Akurat Goes to Campus (AGTC) 2024 yang digelar di Ruang 410 Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama, Jakarta.
Menurut Aldi Gultom, krisis pers yang mulai kehilangan pasar menyebabkan merosotnya jumlah pembaca, pendengar dan penonton membuat media massa harus berinovasi.
Baca Juga: Wakil Rektor I Apresiasi Acara AGTC Bersama Pospay di Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama
"Semua media massa saat ini harus berinovasi memproduksi konten yang berkualitas sekaligus menarik. Yang distribusinya juga harus beragam menggunakan platform komunikasi baru yang digunakan pembaca sehari-hari," jelasnya.
Menurut Aldi Gultom, Akurat.co sebagai media massa memaksimalkan pendistribusian di platform baru karena sudah jarang pengguna yang ingin berusaha untuk masuk membaca berita-berita online.
Media massa juga harus lebih adaptif atau menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, kreatif dan inovatif agar berselancar di gelombang revolusi teknologi saat ini.
"Saat ini Google pun sudah mulai semakin memperketat kurasi pada konten-konten yang harus lebih berkualitas, clickbait dan tidak lagi printilan atau hampir hoaks," tuturnya.
Baca Juga: Acara AGTC Bersama Pospay di Universitas Prof. Dr. Moestopo Disambut Meriah, Tingkatkan Pengetahuan Mahasiswa Terhadap Bidang Jurnalistik
Oleh karena itu, media massa harus fokus pada konten berkualitas serta memperkuat posisinya sebagai sumber informasi terpercaya dengan mempertahankan strategi untuk kualitas konten.
Kedua, media massa juga harus memahami algoritma Google.
"Khusunya untuk media online seperti Akurat.co harus memahami algoritma Google. Karena sampai saat ini Google masih menjadi mesin pencari terbesar yang dipakai oleh masyarakat," kata Aldi Gultom.
"Algoritma Google juga akan membantu kita sebagai jurnalis untuk memilih berita yang akan dipublikasi berdasarkan faktor relevansi, popularitas, dan masalah," tambahnya.
Baca Juga: Di AGTC, Produser TV Dessy Sukam Ajak Mahasiswa Hadirkan Jurnalistik Berkualitas
Selain itu, para jurnalis dituntut konsisten memproduksi 'konten untuk manusia' yakni konten yang bermanfaat atau helpful content.
Informasi yang ditulis para jurnalis harus orisinil dan EAT (expertise, authoritative and trusted) atau berdasarkan kepakaran, otoritas dan terpercaya.
"Jadi, media itu semakin menguasai kepakaran, otoritas dan kepercayaan maka semakin baik. Para jurnalis juga mesti mampu menciptakan konten-konten lokal dan unik sehingga mendapatkan ranking tinggi," tuturnya.
Media massa juga melakukan pemasaran digital dengan terus memperkuat ekosistem digital dengan memperluas aktivitas pemasaran dan analisis data.
Terakhir, media massa meningkatkan pengalaman digital pembaca dengan memperluas jangkauannya, seperti menambahkan video dan interaktif konten, memperbarui situs web dan aplikasi mobile agar makin mudah digunakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 2Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 820 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja







