Akurat Logo

Luhut Tak Mau Jadi Menteri Lagi, Kenapa?

Rizky Dewantara | 14 Februari 2024, 14:48 WIB
Luhut Tak Mau Jadi Menteri Lagi, Kenapa?

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengaku tidak lagi memiliki keinginan untuk menjadi menteri jika ditawari oleh presiden terpilih pada Pemilu 2024.

Alasannya, karena sang istri Devi Simatupang, tidak memberikan izin pda dirinya untuk kembali menjadi menteri. Namun, dia bersedia apabila diminta hanya untuk memberikan saran oleh Presiden yang terpilih nantinya.

Baca Juga: Menko Luhut Pamer Dampak Ekonomi F1 Powerboat dan Aquabike Capai Rp1,68 T

"Nggak, kalau saya jadi menteri cukup lah. Istri saya sudah tidak setuju saya menteri lagi. Kalau beri saran-saran iya," katanya usai mencoblos di TPS 14 Desa Cemagi, Badung, Bali, dikutip Antara, Rabu (14/2/2024).

Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagramnya, Luhut mengaku mendukung Pasangan Calon Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2024.

Usai memberikan suaranya di TPS 14 Desa Cemagi, Badung, Bali, Luhut Panjaitan optimis pasangan calon yang diusungnya bakal menang dalam pemilu bahkan dalam satu putaran.

"Kita sudah lihat survei-survei saja. Kalau saya pikir ya satu putaran," kata Luhut menjawab pertanyaan wartawan terkait dengan prediksinya dalam Pemilu 2024.

Menurutnya, program kerja paslon Prabowo-Gibran dianggap melanjutkan program kerja yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Maruf Amin.

Baca Juga: Dukung Keberlanjutan, Luhut Pilih Prabowo-Gibran

"Karena saya ingin keberlanjutan, karena saya tahu persis kalau tidak keberlanjutan, maka ekonomi kita ya jadi seperti yoyo. Karena ingat, bonus demografi generasi kamu itu akan habis pada tahun 2030-an. Jadi kita harus sadar betul itu, nggak boleh main-main, waktu tidak banyak," katanya.

Dia menilai, banyak keberhasilan yang diraih oleh pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi meskipun ada pula hal-hal yang belum selesai dilakukan karena keterbatasan masa jabatan presiden. Karena itu, butuh presiden yang memiliki visi seperti Presiden Jokowi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.